Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Di dalam bahasa Yunani, kata 'kesabaran' terdiri dari dua kata: panjang dan marah, artinya sifat menanti dalam waktu yang panjang sebelum menunjukkan kemarahan. Itu sebabnya dalam bahasa Inggris kadangkala kesabaran diterjemahkan dengan longsuffering, artinya rela menderita dalam waktu yang panjang. Sifat panjang sabar ini secara esensi adalah salah satu sifat Tuhan Allah.

Ada seorang bapak yang datang dari latar belakang yang cukup kacau dan penuh pertengkaran. Setelah sekian lama bergumul, jatuh bangun mencari arti hidup, ada orang yang mengajak dia ke gereja. Ia mulai perlahan tertarik sampai akhirnya percaya dan menjadi pengikut Yesus yang setia. Beberapa tahun kemudian waktu ia mengisahkan mengapa ia bisa mulai ke gereja sampai kemudian menjadi orang Kristen, ia berkata, "Dulu sebelum kenal Kristus, kemana pun saya pergi, apa pun yang saya lakukan atau kejar, mau saya sukses atau hancur-hancuran, saya tidak pernah merasa tenang. Tapi waktu saya pertama di ajak ke gereja, untuk pertama kalinya saya merasa kok di tempat ini damai ya? Ini damai yang selama ini saya cari-cari!"

Sifat berikutnya dari buah Roh Kudus adalah sukacita. Ini bukan sukacita yang muncul dari hal-hal duniawi yang kita bisa ukur atau bandingkan dengan orang lain. Ini juga bukan sukacita yang alamiah karena kita kebetulan lahir dengan kepribadian yang ceria. Waktu Paulus mengajak kita untuk bersukacita di dalam Tuhan, ia berbicara tentang sukacita yang surgawi dan supernatural. Ini adalah sukacita yang tidak tergantung pada situasi hidup kita dan juga tidak dapat diganggu oleh penderitaan dan tantangan hidup kita sehari-hari. Sukacita di dalam Tuhan tidak menutup mata terhadap realita hidup yang kadang mengecewakan dan menyakitkan. Sukacita di dalam Tuhan menatap dengan mata iman kepada Allah Bapa yang selalu hadir, menopang, dan mengasihi kita.

Kasih memang pantas untuk menempati posisi pertama dari sifat-sifat buah Roh. Di dalam kekekalan, sebelum ruang, waktu, materi, dan kehidupan fisik diciptakan, Allah sudah eksis dalam relasi kasih abadi antara ketiga pribadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Karena kasih-Nyalah Allah Bapa menyerahkan Anak-Nya Yesus Kristus untuk menjadi menggantikan hukuman yang sepantasnya kita terima. Dan salah satu tanda paling jelas dimana kita tahu bahwa kita sudah menerima kasih Allah adalah kita mengasihi satu sama lain. Kalau anda mau mengukur seberapa jauh anda mengenal kasih Allah, tanyakan pada diri anda: apakah aku saat ini ada dalam relasi saling mengasihi sesama anak Tuhan lainnya?

Hidup orang Kristen dapat dirangkum dalam satu kata: konflik. Konflik adalah pertarungan antara dua hal yang berlawanan satu sama lain. Di satu pihak setiap pengikut Kristus sudah dibenarkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus dan menjadi milik-Nya selamanya. Di pihak lain setiap pengikut Kristus masih memiliki sifat dosa dan rentan terhadap godaan si jahat dan dunia ini setiap harinya. Tidak ada satu pun manusia yang netral di dunia ini: entah ia milik Kristus, dimana ia akan selalu berkonflik dengan dosa dan kejahatan. Atau ia milik Setan, dimana ia akan selalu mencari cara berdamai dengan dosa dan kejahatan. Yesus sendiri mengatakan, "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku" (Mat 12:30).