Pengumuman/Announcement: Kebaktian ICC sekarang diadakan online. ICC's Sunday Services are now online.

Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - online

Sekolah Minggu (Sunday School) diadakan secara online.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Hamba Tak Berguna

"Hey, dengan baik-baik. Saya ini hamba TUHAN!"

Kalimat tersebut biasanya diucapkan dengan nada tinggi, sebagai pembelaan diri, karena merasa tidak dihargai atau tidak dihormati. Maklum, siapa sih yang tahan untuk tidak ngedumel kalau tidak diapresiasi? Apalagi kalau setelah semua jerih lelah yang sudah dilakukan, ada orang yang nyletuk, "Dia memang hamba Tuhan yang tak berguna!". Kita ingin melenyapkan orang tersebut dari muka bumi (ingat Thanos?).

Tak heran kalau seluruh sel-sel tubuh kita memberontak terhadap ajaran Yesus berikut, "Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.".

Dengan kata lain, bukan saja kita tidak boleh protes kalau ada orang yang memanggil kita sebagai hamba yang tidak berguna. Sebaliknya, kita harus meng-amin-kannya, dan berterima kasih. "Ya, saya hamba yang tidak berguna". Apakah Yesus memang tidak menghargai hamba-hamba-Nya? Ataukah Dia sedang memberitahu kita sesuatu yang penting tentang siapa diri kita? Mari kita lihat beberapa hal.

  1. Perbandingan hutang dan pelayanan kita kepada Tuhan Yesus. Kita bukan hanya hamba, kita adalah budak (doulus) yang seumur hidup tak akan habis membayar hutang dosa kita kepada Yesus yang telah menanggung dosa kita. Ibarat kita berhutang $1,000,000,000,000 kepada Yesus, dan pelayanan kita per bulan cuma bernilai $1.25. Aneh kalau kita mengharap upah atau pahala setelah kita bekerja melayani Dia. Yesus tidak berhutang apa-apa terhadap kita (kehidupan yang nyaman, kesuksesan, kebahagiaan, dst.). Kita lah yang berhutang dalam semua hal kepada-Nya.
  2. Hidup kita terus ditopang oleh Tuhan Yesus. Semua hal yang kita miliki untuk melayani Yesus berasal dari Dia (talenta, kesempatan, dst.). Bahkan saat kita protes terhadap-Nya, kemampuan untuk protes itu pun berasal dari-Nya. Di dalam Yesuslah, segala sesuatu tetap ada. 99% tubuh kita terdiri dari enam elemen (oxygen, carbon, hydrogen, nitrogen, calcium, and phosporous) - siapa yang mengatur agar semua elemen itu Anda miliki secara proporsional besok pagi saat Anda bangun, dan besok lusa dan seterusnya?
  3. Yesus bukan Tuhan yang memiliki kebutuhan. Kita tidak pernah bisa berjasa terhadap Yesus, karena Dia bukan Tuhan yang butuh kita. Untuk membuktikan itu, Allah menyatakan dalam Alkitab bukan satu kali, tetapi berkali-kali, bahwa Ia dapat memakai binatang untuk menggenapkan rencana-Nya. Keledai berbicara menegur Bileam, gagak menghantar makanan memelihara Elia, ayam berkokok mempertobatkan Petrus. Beda dengan manusia, mereka tidak pernah protes pada Penciptanya!
  4. Yesus merendahkan diri menjadi Hamba tak berguna. Segala sesuatu di jagat raya ini dicipta oleh, dalam, dan untuk Dia. Namun, Ia ada di tengah-tengah para murid-Nya sebagai hamba (Lukas 22:27), membasuh kaki para murid-Nya yang berdosa, dan mengorbankan nyawa-Nya. Semua itu Ia lakukan dalam ketaatan penuh terhadap kehendak Bapa-Nya, tanpa pamrih, tanpa menuntut upah. Supaya Anda dan saya, di dalam Kristus, mampu berbuat hal yang sama.

Mari kita dengan sungguh mengakui, "Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna.". Kalimat itu bukan tanda kita rendah hati. Tetapi karena kemuliaan natur dan karya Kristus yang tak ternilai dan tak tertandingi itu Ia telah berikan pada kita, kalimat tersebut hanyalah satu-satunya kalimat yang pantas. Sebuah common sense.