Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mazmur 1 "Jalan Orang Benar dan Jalan Orang Fasik"

Mazmur 1
(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

(3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (4) Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

(5) Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; (6) sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Kitab Mazmur dikenal sebagai buku doanya orang Kristen. Di dalam kitab Mazmur kita menemukan 150 pasal yang mengajarkan kepada kita bagaimana kita sebagai gereja dan sebagai pribadi dapat berelasi dengan Tuhan Allah, dalam segala situasi kehidupan. Entah kita sedang senang, susah, berdukacita, merayakan kesuksesan, sedih, kecewa, takut, marah, berjuang untuk hidup benar atau kembali gagal mentaati Tuhan untuk ke sekian kalinya - untuk setiap situasi hati dan hidup, ada satu atau lebih Mazmur yang berbicara kepada kita.

Mazmur mengajarkan kepada kita seperti apa Tuhan yang kita sembah dan yang kepada-Nya kita berdoa. Mazmur mengajarkan kita apa itu doa dan bagaimana kita bisa berdoa. Mazmur selalu mengarahkan kita, selain melihat motivasi hati dan pikiran kita, tetapi juga melihat pada Tuhan Allah dan perbuatan-perbuatan ajaib-Nya bagi kita. Teolog Allan Harman menyebut Mazmur sebagai kitab yang paling lengkap di dalam Perjanjian Lama, bagaikan taman indah yang menghasilkan berbagai macam buah untuk disantap dan dinikmati. Walaupun kata Mazmur (dalam bahasa Ibrani, Tehilim) artinya pujian, tetapi di dalamnya kita akan menemukan kisah sejarah bangsa Israel, nubuatan tentang Mesias, lagu pujian, doa, tangisan, keluh kesah, dan pertanyaan.

Yang menarik adalah, Mazmur 1 dan 2 yang membuka kitab yang epic ini, ternyata bukan dalam bentuk doa. Lebih tepatnya Mazmur 1 dan 2 adalah semacam pernyataan iman yang memberikan kita orientasi untuk memahami seluruh Mazmur. Perhatikan Mazmur 1 dibuka dengan panggilan untuk hidup mentaati Firman Tuhan - hanya orang-orang seperti inilah yang berbahagia atau sungguh-sungguh diberkati. Mazmur terakhir 150 ditutup dengan panggilan - bukan hanya sejumlah orang, tetapi seluruh alam semesta - untuk memuji Tuhan. "Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!" (Mazmur 150:6). Dari struktur besar ini kita bisa menarik satu pelajaran penting dari 150 pasal di Mazmur:

Mereka yang hidup di bawah Firman Tuhan adalah mereka yang hidup menempatkan Tuhan di atas segala sesuatu.

Itu sebabnya tepat sekali Mazmur 1 ditempatkan sebagai pintu depan kitab Mazmur. Ia seolah-olah bertanya:

Apakah kita dekat dengan Tuhan? (Mazmur 1:1-3). Mereka yang dekat dengan Tuhan menemukan kebahagiaan atau berkat mereka bukan dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, bukan dari orang-orang berdosa, apalagi dari orang-orang yang menghina Tuhan atau merasa puas dengan dirinya sendiri.
Mereka diberkati karena kesukaan mereka adalah Firman Tuhan (1:2). Istilah 'Taurat Tuhan' bukan sekedar bicara tentang hukum dan peraturan (apa yang boleh dan tidak boleh, serta konsekuensinya). Tapi lebih luas lagi 'Taurat Tuhan' berbicara tentang bagaimana Tuhan menyatakan diri-Nya dan berelasi dengan umat-Nya sepanjang sejarah. Kesukaan itu ditunjukkan dengan merenungkan, memeditasikan, memikirkan dalam-dalam apa yang Tuhan katakan di dalam Firman-Nya. Hasilnya mereka bertahan, berbuah, kokoh, menjadi berkat bagi orang lain - persis seperti pohon yang subur rindang yang di tepi aliran air (1:3).

Apakah kita jauh dari Tuhan? (Mazmur 1:4-6). Betapa kontrasnya dengan mereka yang jauh dari Tuhan! Pemazmur membandingkan pohon yang rindang dengan sekam (bekas kulit gandum) yang intinya hanya menjadi sampah dan hanya ikut ke mana angin bertiup. Mereka yang jauh dari Tuhan, yang tidak bersandar pada Tuhan, digambarkan sebagai tidak stabil, tidak berbuah, plin plan, tidak menjadi berkat bagi orang lain - dan akhirnya, tidak akan bisa berdiri di penghakiman akhir Tuhan. Secara kacamata duniawi mungkin saja hidupnya sukses, dicintai, dikagumi, bahkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan keluarganya - tetapi dari kacamata Tuhan jalannya sedang menuju kebinasaan (1:6).

Siapakah yang bisa mendekatkan kita yang jauh kepada Tuhan? Kalau kita jujur, maka kita harus mengakui kita lebih seperti sekam daripada pohon dalam Mazmur ini. Puji Tuhan bahwa Mazmur ini bukan saja bagian dari 150 Mazmur lainnya, tapi 150 Mazmur ini adalah bagian dari seluruh Alkitab. Dan di seluruh Alkitab, kita akhirnya menemukan hanya satu Orang yang betul-betul dapat disebut berbahagia, diberkati, dekat dengan Tuhan - Ia tidak lain adalah Yesus sendiri. Dialah orang Benar yang Agung itu. Waktu kita percaya dan bersandar pada Dia, bukan saja kita didekatkan dan ditanam sebagai pohon, tetapi Roh Kudus-Nya juga memampukan kita untuk semakin bertahan, berbuah, kokoh, dan menjadi berkat bagi orang lain. Dan kita bisa bersama-sama menyanyikan "Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!" (Mazmur 150:6).

DOA
Bapa surgawi, ampuni kami kalau selama ini kebahagiaan kami muncul karena kami mengikuti nasihat orang yang tidak mengenal Engkau, karena kami bangga hidup di dalam dosa, atau bahkan ikut-ikutan menghina Engkau entah dengan kata-kata kami atau cari hidup kami. Terimakasih karena Engkau telah memberikan Anak-Mu Yesus Kristus, Orang Benar itu, Pohon Surga yang sejati, sebagai pengganti kami. Melalui kematian-Nya digantung di atas pohon dan diperlakukan seperti sekam yang ditiupkan angin, Ia menjadi Penebus dan Penolong kami. Terimakasih Bapa karena hanya Anak-Mulah yang satu-satunya sanggup bertahan menanggung penghakiman yang sepantasnya kami terima. Tolong kami, yang percaya kepada Nama-Nya dan yang telah Engkau benarkan, untuk menjadikan Firman-Mu, perkataan-Mu, perintah-Mu sebagai kesukaan kami. Allah Roh Kudus tolong kami untuk bukan saja suka membaca tetapi juga merenungkan dan mendalami serta melakukan Firman-Mu. Demi Yesus Kristus, Manusia yang Diberkati itu, kami berdoa dan meminta. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.