Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mazmur 17 "Di Bawah Perlindungan Tuhan"

Mazmur 17
(1) Doa Daud.
Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu. (2) Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.

(3) Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur. (4) Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan; (5) langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.

(6) Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. (7) Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

(8 ) Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu (9) terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.

(10) Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual; (11) mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi. (12) Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.

(13) Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. (14) Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka.

(15) Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Di dalam Mazmur ini Daud memberikan pembelaan diri serta meminta Allah memeriksa hidupnya. Ia meminta Tuhan Allah menunjukkan belas kasihan dan pertolongan-Nya sama seperti yang Ia tunjukkan kepada bangsa Israel sewaktu Ia membebaskan mereka dari jajahan Mesir. Alkitab bahasa Indonesia memberikan judul perikop ini 'Diburu dengan tak bersalah', dan kita tahu itu terjadi beberapa kali di dalam hidup Daud baik sebelum maupun setelah ia menjadi raja. Dalam hal ini Daud menunjukkan bahwa hidupnya tidak bercela dan penuh integritas. Dengan kata lain masalah yang Daud hadapi tidak datang karena kesalahan atau dosanya, melainkan justru karena kejahatan dan penindasan lawan-lawannya.

Memang betul tidak ada satu pun dari kita yang tidak berdosa di mata Tuhan, tetapi karena Tuhan adil maka kita harus mengakui bahwa ada penderitaan dan kepedihan yang terjadi di luar kendali kita. Ini dapat terjadi karena dosa dan kesalahan orang lain atau kenyataan hidup di dunia yang rapuh dan telah rusak oleh dosa.

Itu sebabnya doa seperti ini tepat untuk dipanjatkan oleh setiap orang percaya. Kita tidak sedang membuang tanggung jawab atau menangisi diri kita melainkan di sini kita diajarkan untuk membawa setiap jenis permohonan kita kepada Tuhan. Sama seperti seorang anak yang pulang menangis karena satu kelas kena hukum akibat kebandelan sejumlah anak lainnya. Anak ini tahu kalau ia sharing kepada orangtuanya, mereka tahu benar bahwa anak ini bukan trouble maker. Kadang-kadang dalam hidup kita, doa seperti ini lah yang kita perlu naikkan kepada Tuhan. Kadangkala dengan rendah hati ada tempatnya dimana kita membandingkan kebaikan diri kita dengan orang lain serta meminta Tuhan sendiri yang menjadi penentu apakah kita berkata benar atau melebih-lebihkan. Kita patut merasa bersalah kalau kita telah berdosa, tetapi kita juga patut untuk mengklaim kebenaran kalau kita telah bertindak secara tidak bercela.

Kata-kata Daud di ayat-ayat 1-5 harus dilihat bukan sebagai Daud mengklaim dirinya sudah sempurna dan sama sekali tidak berdosa, tetapi kalau dibandingkan dengan musuh-musuhnya, Daud punya hati yang benar dan cara hidup yang benar di mata Tuhan. Perhatikan bahwa Daud memberikan semua pujian kepada Tuhan, bukan dirinya sendiri: "Bila Engkau menguji dan menyelidiki hatiku" (17:3), "Sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan" (17:4), "Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu" (17:5). Daud bisa hidup benar karena Tuhan yang setia menuntun serta menyertai dia. Begitu kontras dengan musuh-musuhnya yang tidak menunjukkan belas kasihan, menipu, penuh siasat licik dan bersiap untuk menghancurkan Daud (17:9-12).

Integritas Daudlah yang membuatnya berani meminta perlindungan Tuhan dalam menghadapi bahaya. Ayat 7-8 penuh dengan gambaran yang mengingatkan pembaca akan perbuatan besar Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir: kasih setia-Mu, tangan kanan-Mu, biji mata-Mu, naungan sayap-Mu.

Dalam menghadapi masa-masa yang sulit, khususnya yang di luar kendali kita, seringkali kita merasa kewalahan dan tidak berdaya. Musuh-musuh atau situasi yang melawan kita nampak begitu mencekam serta tidak mungkin bisa diatasi.
Di sinilah keindahan iman orang percaya. Kalau Daud, manusia berdosa seperti anda dan saya, bisa mengklaim bahwa ia tidak bercela maka apa yang kita miliki di dalam Yesus Kristus tentu jauh lebih besar lagi.

Pada akhirnya hanya Yesuslah yang bisa mengklaim secara sempurna bahwa Ia benar-benar suci, adil, tidak bersalah, tanpa cela sedikit pun. Kalau Daud mengingatkan Tuhan kepada keselamatan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, maka Yesus Kristus telah menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan dosa. Kalau Daud bisa mengklaim kebenaran hanya bagi dirinya sendiri, maka Yesus Kristus memberikan kebenaran-Nya yang sempurna yang bisa kita klaim sebagai milik kita.

Walaupun kita tidak tahu bagaimana atau kapan musuh-musuh dan situasi yang melawan kita akan dikalahkan atau dibereskan, tapi kita tahu bahwa Yesus sudah mengalahkan musuh dan situasi terburuk yang manusia akan alami: kematian dan penderitaan kekal di neraka. Itu sebabnya kita bisa kembali bernyanyi bersama dengan Daud, menantikan hari kebangkitan dimana kita akan melihat Tuhan berhadapan muka, "Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu" (17:15).

Apa pun situasi anda sedang hadapi, sudahkah anda menyempatkan waktu untuk mengingat lagi keselamatan yang Tuhan sudah berikan melalui Yesus Kristus? Sudahkah anda mengingat kembali besar kasih setia-Nya yang menjadikan anda milik kesayangan-Nya sendiri? Kapan terakhir kali anda membantu anak Tuhan lainnya untuk mengingat bahwa suatu hari nanti setiap musuh dan situasi sulit kita akan sirna waktu kita kembali berjumpa dengan Dia?

DOA
Allah Bapa, kami bersyukur bahwa di dalam Yesus Kristus kami memiliki Raja Kebenaran yang telah menjadi pengganti dan pembela kami. Ia memberikan kami hati yang baru serta hidup yang diubahkan untuk mengejar serta mencintai kebenaran. Setiap kali kami mengingat kematian dan kebangkitan-Nya yang agung, selalu saja ada satu kebenaran baru dan fresh yang menguatkan, menggugah, menegur, serta memotivasi kami.
Saat ini kami menghadapi musuh-musuh dan situasi yang rasanya tidak sanggup kami atasi. Kami memang tidak sempurna, tetapi Engkau yang mengetahui integritas dan hati kami dalam situasi ini. Tolong dan lepaskan kami ya Tuhan. Bertindaklah demi kebesaran nama-Mu agar dunia tahu bahwa Engkaulah penolong dan hakim kami.
Ya Tuhan, selama musuh-musuh dan situasi sulit kami masih bertambah buruk atau tidak berubah, tolong kami agar tidak melupakan janji-Mu bahwa suatu hari nanti kami akan memandang-Mu dan melayani Engkau selama-lamanya. Kami menantikan hari dimana kami hidup dalam kesempurnaan kebenaran yang Engkau telah berikan kepada kami melalui Yesus Kristus. Di dalam nama-Nya yang berkuasalah kami berdoa. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.