Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mazmur 2 "Pemerintahan Raja yang Diurapi Tuhan"

Mazmur 2
(1) Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (2) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: (3) "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

(4) Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. (5) Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: (6) "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"

(7) Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

(10) Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! (11) Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, (12) supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Kalau di Mazmur 1 kita melihat orang yang berbahagia adalah ia yang merenungkan Taurat Tuhan, maka di Mazmur 2 kita melihat orang-orang atau bangsa-bangsa yang melawan Tuhan, dimana mereka merenungkan (di sini diterjemahkan 'mereka-reka') atau memikirkan dengan dalam bagaimana mereka bisa bersama-sama melawan Tuhan - tapi bukan saja Tuhan, Tuhan dan orang yang diurapi-Nya, atau dalam bahasa Ibrani, Mesias-Nya (2:2). Jadi bangsa-bangsa ini bukan saja membenci dan mengadakan perlawanan terhadap Tuhan, tetapi juga terhadap Hamba pilihan-Nya. Mereka bersama-sama memberontak tidak mau ada di bawah pemerintahan Tuhan dan Raja yang Ia telah tetapkan atas mereka (2:3).

Apa yang bangsa-bangsa dan para pembesar ini lakukan dalam skala internasional, kita manusia lakukan dalam skala personal. Bukankah kebanyakan waktu hal yang mengisi pikiran kita, yang membuat kita gelisah, yang menghabiskan waktu untuk kita rencanakan, yang kerap kita anggap begitu penting, adalah hal-hal yang sia-sia (2:1)? Hal-hal yang sia-sia, atau kosong atau tidak bernilai ini dikontraskan dengan hal-hal yang penuh substansi - yang hanya dapat kita temukan di dalam Firman Tuhan, dan waktu kita mau menempatkan hidup kita di bawah Firman-Nya. Kita mungkin bukan diktator yang menindas rakyatnya, tetapi kita suka mendikte orang lain dan menindas mereka dengan kata-kata kita. Kita mungkin bukan koruptor keuangan negara, tapi kita kerap mengkorupsi waktu demi kemauan kita sendiri. Dalam hal ini, setiap bentuk pemberontakan entah itu berskala internasional maupun personal, adalah pemberontakan melawan Tuhan dan Raja-Nya. Dari sononya, setiap kita mau jadi Tuhan atas hidup kita dan setiap pilihan yang kita buat.

Kalau anda ingin tahu bagaimana respon Tuhan untuk setiap bentuk pemberontakan manusia? Perhatikan ayat 4: Ia tertawa! Ini adalah tertawa yang mengejek kelakuan manusia berdosa. Kita mengira setiap pemberontakan kita terhadap Tuhan membuat kita semakin bebas, tetapi ternyata pemberontakan kita justru membuat kita semakin terikat dan terpenjara. Sebagian dari kita bisa merasakan konsekuensi dan kepedihannya bahkan hari ini. Tangan yang tadinya kita acungkan melawan Tuhan, sekarang menjadi tangan yang kelabakan mengatasi akibat dari perlawanan kita.

Tertawanya Tuhan menunjukkan bahwa Ia tidak netral terhadap dosa dan pemberontakan manusia. Ia akan menjatuhkan penghakiman-Nya atas setiap pelanggaran dan perlawanan manusia. Dan itu Ia mulai dengan menempatkan Raja pilihan-Nya (2:9). Berbeda dengan raja-raja dunia, Raja ini adalah orang benar yang mencintai dan merenungkan Firman Tuhan sepanjang hidupnya (1:2). Bukan itu saja! Orang benar ini Tuhan sebut sebagai Anak-Nya sendiri, "Anak-Ku Engkau!" (2:7), artinya Ia mempunyai relasi yang amat dekat dengan Tuhan bagaikan seorang anak dengan ayahnya. Ia juga diberikan otoritas dan kuasa atas setiap bangsa, bahkan seluruh pelosok jagat raya! Tuhan Allah memberikan Raja ini otoritas tertinggi serta final untuk menghukum dan memerintah bangsa-bangsa.

Itu sebabnya hanya ada 2 macam respon yang mereka bisa berikan. Respon pertama, tetap memberontak dengan konsekuensi pasti yang fatal: binasa pada hari penghakiman - persis seperti orang-orang fasik yang tidak akan tahan pada hari penghakiman di Mazmur 1. Alkitab berulangkali mengatakan tidak ada satu pun manusia atau negara superpower mana pun yang akan bertahan menghadapi panasnya murka Allah terhadap dosa dan pemberontakan kita.
Tapi ada respon yang kedua, "Bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar!" (2:10-11). Atau berhenti memberontak, dan tunduk kepada Tuhan dan Raja-Nya, Orang Benar itu, Anak yang telah Ia tetapkan untuk memerintah kita. Ayat 11-12 lebih baik diterjemahkan, "Ciumlah sang Anak itu!" yang merupakan bentuk cinta, pengabdian, dan hormat amat dalam terhadap seseorang.

Sama seperti Mazmur 1 dibuka dengan kata-kata, "Berbahagialah orang … yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam" (Mzm 1:1-2). Mazmur 2 diakhiri dengan kata-kata, "Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!" (2:12). Kebahagiaan tertinggi dan berkat terbesar dijamin oleh kedua Mazmur yang membuka kitab doa dan pujian ini. Semua orang yang berlindung pada Tuhan akan menemukan berkat dan kepuasan sejati hanya di dalam Dia. Segala perlindungan di luar Dia tidak menjamin keamanan yang sejati, tetapi malah berakhir pada kebinasaan, alias kehancuran total.

Kita tidak mungkin bisa berlindung dari Tuhan, kita hanya bisa berlindung di dalam Tuhan. Itulah perlindungan yang Yesus Kristus, Mesias-Nya Allah, Raja pilihan-Nya yang agung itu dapat berikan pada setiap orang yang percaya dan bersandar pada-Nya.

DOA
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkaulah yang Allah tempatkan sebagai Raja-Nya di gunung-Nya yang kudus. Ada begitu banyak raja, pemimpin, tokoh ternama, datang silih berganti. Sering kami mendengar gembar gembor mereka di media, kerakusan dan keculasan mereka di pemerintahan, penindasan dan kerusakan yang mereka tinggalkan di masyarakat, keluarga, bahkan gereja - tapi kami bersyukur tidak satu pun dari mereka, termasuk yang terbaik sekali pun, dapat dibandingkan dengan Engkau.
Siapakah seperti Engkau ya Yesus, yang diberikan kuasa untuk menghakimi serta memerintah bangsa-bangsa? Siapakah seperti Engkau yang akan menjalankan keadilan secara total dan absolut pada waktunya? Siapakah seperti Engkau, yang saat ini juga, mengundang orang-orang berdosa, pemberontak - orang-orang seperti kami - untuk datang berlindung pada-Mu? Siapakah seperti Engkau, Raja agung yang tidak pernah menolak siapa pun untuk datang di bawah kekuasaan-Mu yang penuh kasih?
Tolong kami untuk hidup bijaksana, mencintai pengajaran dan Firman-Mu, beribadah kepada-Mu dengan takut dan hormat, dan menciumi kaki-Mu dengan gemetar serta syukur. Biarlah kami kembali diingatkan bahwa kebahagiaan terbesar hanya dapat ditemukan saat kami berlindung di dalam Engkau, dan kesengsaraan terbesar kami alami waktu kami mencari tempat lain sebagai tempat perlindungan kami.
Terpujilah nama-Mu Yesus, Raja yang diurapi Allah. Hanya di dalam nama itulah kami berdoa. Amin.

 

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.