Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mazmur 27 "Tuhanku vs. Ketakutanku"

Mazmur 27
(1) Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

(2) Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. (3) Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.

(4) Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (5) Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. (6) Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

(7) Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! (8 ) Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. (9) Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku! (10) Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

(11) Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. (12) Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

(13) Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (14) Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Ada banyak hal yang seringkali membuat kita takut. Ada ketakutan yang masuk akal, ada ketakutan yang tidak rasional, ada ketakutan yang muncul dari dalam diri kita, ada juga ketakutan yang disebabkan oleh ancaman dari luar. Alkitab tidak pernah menutup-nutupi realitas bahwa sebagai pengikut Kristus, kita kerapkali dirundung oleh ketakutan apa pun itu bentuk dan penyebabnya. Dalam Mazmur ini kita melihat bagaimana Daud mengajarkan kita bagaimana menghadapi ketakutan dengan bersandar pada Tuhan. Bersandar pada Tuhan! Ini istilah yang sering sekali kita pakai di dalam gereja, mungkin anda pernah mendengarkan atau memberikan nasihat serupa pada orang lain yang sedang mengalami ketakutan. Apa artinya bersandar pada Tuhan?

Bersandar pada Tuhan artinya kita memiliki kepastian akan karakter Tuhan (27:1-3). Musuh-musuh yang membenci Daud banyak dan berulang kali ditekankan: 'penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku', 'semua lawanku dan musuhku','tentara berkemah mengepung aku', 'peperangan melawan aku'. Hal-hal yang melawan serta membuat kita takut seringkali begitu banyak dan membuat kita kewalahan. Rasanya baru satu belum selesai eh ada lagi yang lain.

Tetapi kita diingatkan bahwa karakter Tuhan jauh lebih bisa diandalkan dibandingkan apa pun yang membuat kita takut. Bagi Daud, dan bagi kita, Tuhan adalah terang (segala sesuatu yang baik dan positif, sumber hidup, kebenaran, kebaikan, sukacita), keselamatan (pertolongan, penebusan, bantuan yang komplit, kemenangan dijamin), benteng hidup (rasa aman dan perlindungan yang kokoh).

Bersandar pada Tuhan artinya kita memiliki keinginan untuk memuliakan Tuhan (27:4-6). Kata-kata Daud, "Satu hal telah kuminta kepada TUHAN" (27:4) di sini tidak ada paralelnya di Perjanjian Lama, dengan kata lain unik dan eksklusif hanya di Mazmur ini, menunjukkan betapa personal dan khususnya komitmen iman Daud kepada Tuhan: imannya bukan sekedar teori atau pengalaman rohani, tetapi komitmen untuk hidup terus menerus di hadirat Tuhan. Dengan kata lain Daud mengajar kita untuk selalu, rutin, senantiasa, mengisi pikiran kita dengan segala sesuatu yang membuat Tuhan lebih besar dan mulia dari segala ketakutan kita.

Di tengah-tengah ketakutan kita, kita diingatkan akan Tuhan sendiri yang menyediakan tempat perlindungan bagi kita. Ia sendiri yang menjamin bahwa kita akan menang mengatasi musuh-musuh serta segala ketakutan kita.

Bersandar pada Tuhan artinya kita memiliki keberanian mengeklaim janji-janji Tuhan (27:7-14). Keyakinan orang percaya di tengah ketakutan, itulah yang seharusnya mendorong kita untuk berdoa. Kita bisa berdoa tanpa malu seperti Daud, "Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!" (27:7). Kita bisa berdoa tanpa malu karena kita adalah anggota keluarga-Nya Tuhan. Kita bukan orang asing lagi. Waktu Daud mengatakan, "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku" (27:10), itu bukan berarti kedua orangtuanya benar-benar meninggalkan dia, melainkan ia sedang menggambarkan relasi baru yang ia miliki dengan Tuhan Allahnya. Relasi inilah yang memberikan Daud keberanian untuk bukan saja mengeklaim janji-janji Tuhan tetapi keberanian untuk percaya bahwa Tuhan pasti akan memenuhi janji-janji-Nya.

Kalau pun ia tidak melihat semua janji Tuhan digenapi saat ini, ia yakin suatu hari nanti ia akan melihat semua kebaikan Tuhan di negeri orang-orang hidup (27:13). Itulah yang membuat kita terus tekun, berani, tidak malu untuk berdoa kepada Tuhan.

Pada akhirnya, dari Daud kita tentu harus melihat kepada Yesus Kristus, karena Dialah manusia yang secara sempurna bersandar penuh pada Tuhan Allah Bapa-Nya. Yesus menghadapi musuh, lawan, serta ketakutan yang lebih dalam yang manusia pernah alami sekalipun--tetapi Ia tetap punya kepastian akan karakter Bapa-Nya, keinginan memuliakan Bapa-Nya, serta keberanian mengeklaim janji-janji Bapa-Nya. Perhatikan apa yang surat Ibrani katakan tentang Yesus:

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. (Heb 5:7)

Itu sebabnya hari ini Yesus sebagai Raja kita yang sejati, memanggil setiap kita untuk bersandar pada Dia dan pada Bapa-Nya (Yoh 14:1). Apapun ketakutan yang anda akan hadapi, arahkan hatimu kepada Yesus Kristus, yang berkata pada anda: "Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!" (27:14)

DOA
Allah Bapa kami, waktu kami mengingat Engkau kembali sebagai terang, keselamatan, dan benteng hidup kami, kami kembali diingatkan: kepada siapa kami harus takut?

Seringkali di tengah berbagai situasi atau bahkan orang yang kelihatannya melawan serta membuat kami gentar, kami jadi lupa akan Tuhan yang kepadanya kami percaya. Hari ini kami kembali mau berkata bersama dengan Daud, bahwa satu hal yang kami ingini adalah mengingat, membesarkan, serta menikmati Engkau dalam segala kemuliaan karakter serta perbuatan-Mu. Kiranya kemenangan kami tidak berdasarkan kemampuan atau kekuatan kami, tetapi berdasarkan Siapa diri-Mu bagi kami, yaitu Bapa yang begitu mengasihi serta rindu terus berelasi dengan kami.

Itu sebabnya hari ini kami kembali meminta agar Engkau menuntun setiap kami di jalan-jalan-Mu. Jangan sampai musuh atau ketakutan kami membuat kami menyerah atau menyimpang dari Firman-Mu. Hari ini kami mau menguatkan dan meneguhkan hati kami di dalam Tuhan kami Yesus Kristus, yang telah menderita dan menang bagi kami. Hanya di dalam nama-Nya, terang, keselamatan, dan benteng hidup kami yang sejati, kami berdoa. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.