Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Perjamuan Kudus: Visualisasi Injil

Salah satu kalimat yang kami tekankan setiap kali kita mengadakan Perjamuan Kudus adalah bahwa melaluinya kita menikmati Injil Kristus secara visual. Dengan kata lain, roti dan anggur yang kita bisa lihat, pegang, dan santap secara jasmani, menggambarkan Injil yang kita bisa lihat, pegang, dan santap secara rohani. Melalui Perjamuan Kudus kita kembali mengikatkan iman dan kesetiaan kita kepada Yesus dan satu sama lain, secara khusus. Itu sebabnya Perjamuan Kudus bukan merupakan perayaan yang main-main dan dapat kita hampiri sekedarnya. Paulus mengatakan di 1 Kor 11:28 “Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.“ Bagaimana kita bisa menguji diri kita?

  1. Ujilah pertobatan kita. Pertimbangkan apakah anda betul-betul sudah bertobat dari dosa-dosa anda, serta menetapkan hati untuk menjalani hidup yang baru. Ukuran pertobatan anda adalah berapa dalam anda menangisi dosa, membenci dosa, meninggalkan dosa, dan apakah ada bukti yang kelihatan bahwa hati dan hidup anda berubah. Sudahkah anda mengakui dosa-dosa yang anda ketahui? Apakah anda betul-betul menyesali bahwa dosa menyakiti hati Tuhan? Apakah ada bukti bahwa Allah sedang mengubah anda dengan kuasa-Nya?

  2. Ujilah iman kita. Pertimbangkan apakah anda punya iman yang mati atau iman yang hidup. Iman yang hidup mendorong anda kepada Kristus sebagai penebus dosamu, serta bersandar pada kekuatan-Nya sebagai satu-satunya kuasa untuk menyucikan dan menyampuni anda. Dimanakah letak sandaran anda? Berapa sering anda merenungkan kebenaran-kebenaran Injil yang agung?

  3. Ujilah ucapan syukur kita. Pertimbangkan apakah anda bersyukur akan betapa berharganya keselamatan yang Kristus berikan kepada anda. Apakah anda sadar akan dalamnya dosamu dan tingginya belas kasihan Allah, sedemikian rupa sehingga anda dipenuhi dengan ucapan syukur? Apakah anda mudah untuk mengucap syukur dalam berdoa? Apakah anda lekas dalam bersyukur kepada Allah bagi anugerah dan belaskasihan-Nya? Apakah anda bersyukur kepada Allah yang telah memberikan Anak-Nya bagi anda?

  4. Ujilah kasih kita. Pertimbangkan apakah anda mengasihi semua orang. Iman Kristen adalah iman dimana kasih kita kepada Allah berbuah menjadi kasih kepada satu sama lain. Apakah anda menyimpan benci dan dendam pada orang lain? Apakah anda menunjukkan kasih melalui perbuatan baik? Apakah anda secara khusus menunjukkan kasih kepada sesama anak Tuhan?

Tokoh Puritan Thomas Watson mengatakan bahwa kalau kita berdandan sedemikian rupa waktu akan bertemu seorang pembesar, maka waktu kita akan bertemu di meja Tuhan seharusnyalah kita mendandani diri kita dengan renungan hati yang sudah diuji dan disucikan. Mari kita pakai minggu ini untuk menguji diri kita sebelum kita bersama-sama mengalami Injil Kristus secara visual!

Sebagian konten blog ini diadaptasi dari Tim Challies “How To Prepare Yourself for the Lord’s Supper”