Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Soli Deo Gloria / Kemuliaan Hanya Bagi Allah

Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. (Mazmur 86:8-10)

Soli Deo Gloria atau kemuliaan hanya bagi Allah, artinya Tuhan Allah adalah satu-satunya yang memiliki kemuliaan di dalam diri-Nya sendiri. Alkitab berulangkali mengajarkan tentang kemuliaan Allah karena hanya Dialah yang memiliki keagungan, kelayakan, keindahan, dan kebesaran yang sempurna di dalam diri-Nya. Setiap kali kita terpukau dan kagum akan keagungan seorang pahlawan, kelayakan seorang juara, keindahan para seorang artis, dan kebesaran jasa seorang pemimpin, kita diingatkan bahwa mereka tidak memiliki itu secara sempurna, apalagi di dalam diri mereka sendiri. Kalau anda pernah mengenal secara dekat atau membaca sejarah hidup setiap pahlawan, juara, artis, pemimpin maka entah anda akan menyembah mereka dengan buta tanpa melihat kelemahan mereka atau anda akan kecewa habis-habisan begitu ternyata mereka tidak semulia yang anda bayangkan.

Tapi tidak demikian dengan Tuhan Allah! Semakin kita mengenal Dia seperti yang diajarkan di Alkitab, Dia yang kita kenal hanya melalui Yesus Kristus, Dia yang kita terima dengan iman, dan Dia penuh anugerah, alih-alih kecewa kita malah semakin menyembah Dia. Alih-alih semakin mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan, kita semakin memuji kebijaksanaan-Nya, Alih-alih meragukan pemeliharaan Tuhan, kita semakin bersandar pada pemeliharaan-Nya. Kita semakin nyaman hidup dalam realitas bahwa Dialah Tuhan dan aku bukan Tuhan. Dia maha tahu, aku lebih sering sok tahu. Dia maha kuasa, aku begitu haus kuasa atau menyalahgunakan kuasa. Dia maha mulia, aku penuh dengan berbagai kehinaan. He is everything I am not!

Soli Deo Gloria ini kerap ditempatkan di urutan terakhir dari kelima Sola Reformasi, bukan karena ia paling tidak penting, tetapi justru karena kemuliaan bagi Allah adalah tujuan akhir dari setiap Sola lainnya. David VanDrunen mengatakan bahwa Soli Deo Gloria adalah bagaikan lem yang mengikat setiap Sola satu sama lain. Kalau keempat Sola yang lain (Sola Scriptura, Solus Christus, Sola Fide, Sola Gratia) adalah alat-alat musik utama dalam sebuah orkestra, maka Soli Deo Gloria adalah klimaksnya sebuah konser musik.

Soli Deo Gloria adalah awal dan akhir dari keempat Sola lainnya. Roh Kudus mengilhamkan Alkitab hanya bagi kemuliaan Allah. Kristus merendahkan diri-Nya sampai pada titik kematian dan dibangkitkan lalu ditinggikan di sebelah kanan Bapa hanya bagi kemuliaan Allah. Pembenaran oleh iman semata ditujukan hanya bagi kemuliaan Allah. Anugerah dan belas kasihan diberikan kepada orang berdosa hanya bagi kemuliaan Allah. (adaptasi dari Keith Mathison)

Dengan kata lain, salah satu keunikan teologia Reformed atau teologi yang lahir dari Reformasi Protestan abad ke-16 adalah menempatkan kekristenan bukan pada manusianya tetapi pada Tuhan Allah. Keempat Sola yang kita sudah lihat sejauh ini harusnya mengingatkan kita bahwa baik Alkitab serta kedatangan Yesus bertujuan untuk menempatkan manusia serendah-rendahnya, dan memuliakan Tuhan Allah setinggi-tingginya.

Begitu pentingnya kemuliaan Allah bagi diri-Nya sendiri, sampai ini menjadi wilayah eksklusif-Nya Tuhan:

"Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung" (Yesaya 42:8).

Waktu anda dan saya memberhalakan keluarga, karir, prestasi, status, hobi, bahkan pelayanan di gereja, kita sebetulnya sedang memuliakan semuanya itu menggantikan Tuhan. Hal-hal itu menjadi lebih agung, layak disembah, indah luar biasa, dan besar (setidaknya di benak kita) melampaui Tuhan sendiri!

Tetapi ini luarbiasa: Tuhan Allah yang maha mulia itu adalah Tuhan yang sama yang mau anda ikut bagian dalam kemuliaan-Nya. Itulah yang Allah lakukan waktu Ia menyatakan diri-Nya melalui Alkitab, menunjukkan keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus, memberikan kita anugerah-Nya yang kita dapat terima hanya melalui iman, ujung-ujungnya untuk apa? Tujuan puncaknya bukan saja agar kita memuliakan Dia sebagai sumber dan penopang keselamatan kita, tetapi pada saat yang sama waktu kita memuliakan Dia kita sedang ikut bagian dalam kemuliaan-Nya.

Bayangkan anda menerima undangan untuk menghabiskan waktu dengan seorang yang anda sangat kagumi, misalnya untuk makan malam bersama dengan keluarga terdekatnya. Kemungkinan besar anda akan sangat menghargai setiap elemen dan momen malam itu bukan? Jauh sebelum hari H anda sudah memusingkan baju apa yang dipakai atau bingkisan apa yang anda akan bawa. Pada hari H hati anda akan berdebar-debar rasanya antara mimpi dan kenyataan. Selama berbicara dengan orang yang anda kagumi anda terus berharap supaya malam itu tidak berakhir. Anda akan foto-foto, selfie, bagikan di media sosial. Itu semua untuk paling maksimal 3-5 jam dari seluruh hidup yang anda.

Di dalam Yesus Kristus, apa yang kita hanya bisa bayangkan (atau alami hanya dalam beberapa jam) menjadi kenyataan. Melalui Yesus, Allah bukan saja mengundang anda untuk menghabiskan waktu beberapa jam, tapi mengangkat anda menjadi anggota keluarga-Nya untuk selama-lama-Nya. Melalui Yesus, Allah sudah menyediakan semua yang kita perlukan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah. Melalui Yesus, kita melihat bagaimana Allah memuliakan diri-Nya sendiri dan menunjukkan betapa rendahnya kita. Tetapi melalui Yesus juga, waktu kita menerima anugerah-Nya dengan percaya kepada-Nya, Allah memuliakan diri-Nya dengan menjadikan kita begitu mulia di mata-Nya. Kemuliaan yang tidak mungkin kita bisa capai atau miliki, Allah berikan kepada kita. Waktu kita menyadari semuanya itu, hanya ada satu respon yang pantas kita berikan: Soli Deo Gloria! Semuanya ini hanya bagi kemuliaan Allah saja!

Referensi:

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.