Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Spiritually Gifted yet Humble Christians

November 7, 2010 Speaker: Prof Sen Sendjaya Series: 1 Corinthians : Redeeming God's Wonderful Mess

Topic: Sunday Sermon / Kotbah Minggu Passage: 1 Corinthians 12:1–12:7

Spiritually Gifted yet Humble Christians (1 Kor 12 : 1 – 7 )  
Kotbah: Dr. Sen Sendjaya

 

Mulai dari pasal ke 12, Rasul Paulus mulai membicarakan suatu tema yang baru yaitu mengenai karunia rohani. Orang Kristen diselamatkan bukan untuk santai-santai, tetapi diselamatkan untuk melayani (saved to serve). Tuhan memperlengkapi kita dengan karunia-karunia rohani supaya kita bisa menjalankan tugas pelayanan tersebut. Di bagian ini, Rasul Paulus menjabarkan prinsip-prinsip penting tentang karunia Rohani. Ada 6 prinsip sebagai berikut:

 

Karunia Roh berasal dari Roh Kudus. Di ayat ke 1, kata ‘karunia-karunia Roh’ berasal dari kata pneumatikon, yang artinya dikuasai dan digerakan Roh kudus. Artinya, karunia Rohani adalah segala sesuatu yang digerakan Roh Kudus. Roh Kudus bekerja pada semua orang, baik orang percaya maupun orang belum percaya. Bagi yg belum percaya, Roh kudus bekerja menginsafkan mereka untuk datang kepada salib Kristus. Bagi orang percaya, Roh Kudus bekerja secara individu dengan mengingatkan kita akan dosa. Tetapi Roh Kudus juga bekerja secara kolektif di dalam jemaat, dengan memberikan karunia-karunia Roh. Melalui text ini kita tahu bahwa Roh Kudus itu hadir dalam jemaat saat ada orang-orang yang saling melayani dengan menggunakan segala karunia yang telah diberikan.

 

Karunia Roh divalidasi oleng pengetahuan akan ke-Tuhanan Yesus. Di ayat ke 2-3, Paulus menyinggung mengenai berhala-berhala bisu. Perlu diketahui bahwa banyak dari jemaat Korintus yang dulunya bekas penyembah berhala. Gaya penyembahan berhala pada waktu  itu dipenuhi dengan pengalaman trance dan tidak ada pengajaran yang memakai akal sehat. Permasalahanya, setelah mereka bertobat praktek-praktek tersebut dibawa masuk kedalam gereja sehingga terjadi kekacauan. Tetapi Paulus berkata bahwa setelah diselamatkan kamu berbeda dari yang dulu. Itulah sebab dalam memakai segala karunia-karunia rohani, harus ada karakteristik yang jelas, yaitu karunia Rohani menolong setiap orang untuk mengakui Yesus adalah Tuhan.

Karunia Rohani tidak menggambarkan kedewasaan Rohani. Apalagi karunia Rohani itu bisa dipalsukan. Di 1 Kor1:7 dikatakan bahwa karunia Rohani dalam jemaat Korintus itu begitu lengkap. Namun, jemaat Korintus justru menjadi sombong dan menjadi terpecah. Ini jelas berlawanan dengan tanda karunia rohani sejati: pada waktu kita melayani, kita yang melayani dan orang yang dilayani semakin mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

 

Karunia rohani muncul dalam berbagai rupa. Kata karunia di ayat ke 4 berasal dari kata charis, yang artinya adalah grace, sesuatu yang kita tidak layak tetapi diberikan oleh Allah. Tetapi karunia yang diberikan tidaklah sama untuk setiap orang. Bahkan Paulus memberikan 3 daftar karunia Rohani yang berbeda-beda di 1 Ko12:8-11, Rom 12:6-8 dan 1 Pet 4:10-11. Tetapi karunia yang berbeda-beda tersebut diberikan oleh Roh yang sama. Dalam ayat 4-6 ada 3 pribadi trinitas: satu Roh, satu Tuhan, dan satu Allah. Walau fungsinya berbeda, ketiga pribadi ini menjadi kesatuan yang harmonis. Allah Bapa yang men-design, Allah Anak yang memungkinkan karunia Rohani diberikan dengan kematian-Nya, dan Allah Roh Kudus yang mengoperasikan karya Rohani dalam setiap orang. Demikian pulalah kita, walau berbeda-beda karunia, namun harus menjadi satu dalam jemaat.

 

Karunia Roh diberikan untuk kepentingan pelayanan. Dari ayat ke 5 , kita tahu bahwa Allah memberikan karunia Rohani kepada setiap orang untuk kepentingan pelayanan. Sehingga, karunia Rohani tidak bisa untuk kepentingan pribadi. Itulah sebabnya, sangat penting bagi kita untuk mengetahui karunia rohani kita agar kita bisa melayani. Karunia rohani tidak seperti talenta natural yang dimiliki sejak lahir. Karunia Rohani diberikan waktu kita percaya, dan tidak langsung kita sadari. Masalahnya, banyak orang Kristen tidak berusaha menyadari karunia Rohani mereka sehingga tidak dapat melayani. Dengan karunia Rohani, talenta nautral kita bisa dipakai Tuhan untuk mempengaruhi banyak orang. Contoh: orang yang bertalenta main musik, diberi karunia Rohani untuk menasihati atau menghibur, sehingga dengan musiknya bisa menjadi berkat bagi orang lain.

 

Karunia rohani digerakan Roh Kudus. Kata perbuatan ajaib di ayat ke 6 berasal dari kata energon, atau energized dalam bahasa Inggris. Ini mau menunjukan bahwa pada saat kita menggunakan karunia rohani, kita sebenarnya sedang diberi kekuatan (divinely empowered) oleh Roh Kudus. Roh Kudus lah yang memberikan kita kekuatan untuk bisa melayani orang lain. Kita tidak perlu berkecil hati saat pelayanan kita tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan. Roh Kudus lah yang berdaulat memberikan dampak, yang bisa kita lakukan hanyalah melayani dengan segenap hati.

 

Karunia Roh merupakan manifestasi Roh Kudus kepada setiap orang untuk kepentingan bersama.

Kata manifestasi artinya adalah dibukakan atau dinyatakan. Tujuan karunia Roh yang kita miliki adalah untuk menyatakan pekerjaan Roh Kudus kepada setiap orang. Dalam ayat ke 7, dikatakan kepada tiap-tiap orang diberikan karunia-karunia Roh. Hal yang sama juga terdapat di 1 Pet 4:10. Artinya, setiap jemaat memiliki paling tidak satu karunia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melayani. Ayat ke 7 juga mengatakan bahwa karunia Rohani tersebut diberikan untuk kepentingan bersama, sehingga tidak bisa digunakan untuk kepentingan pribadi. Tuhan akan meminta pertanggung jawaban kita kelak akan apa yang telah kita perbuat dengan karunia yang diberikan.

 

                (David)

More in 1 Corinthians : Redeeming God's Wonderful Mess

January 7, 2018

The Time is Short

December 20, 2010

Love Never Ends

December 12, 2010

Faith Minus Love Equals Nothing