Pengumuman: Berhubung dengan situasi COVID-19 di Victoria, ibadah Minggu ICC hanya dapat diikuti secara online

Join us every Sunday at 10:30AM

Komitmen dan Harga Mengikut Kristus

January 29, 2012 Speaker: Pdt. Yonathan Chandra

Topic: Sunday Sermon / Kotbah Minggu Passage: Luke 9:57–9:62

Komitmen dan Harga Mengikut Kristus (Lukas 9:57-62)
oleh Pdt Yonathan Chandra

Di dalam sepanjang Alkitab, terdapat 260 berbagai macam bentuk dari kata murid. Orang Kristen dipanggil bukan hanya untuk menjadi orang percaya, tetapi juga menjadi murid Yesus. Murid Yesus berarti adalah orang yang meneladani Yesus. Orang yang melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Kita menjadi murid Yesus memerlukan komitmen dan harga supaya kita mempunyai gaya hidup dan tindakan yang sama seperti yang dilakukan Yesus di dunia ini. Inilah yang kita baca dari percakapan Yesus di Lukas 9:57-9:62. Di dalam percakapan ini ada 3 kalimat yang Yesus katakan. Kalimat yang sangat mengejutkan ketika kita membacanya. Kalimat yang sangat dalam dan disitulah nilai kemuridan kita akan ditentukan. Untuk menerima Kristus harganya tidak ada, karena kita menerima anugerah keselamatan secara gratis. Untuk mengikuti Yesus, ada harga yang harus kita bayar. Tetapi, untuk melayani Yesus, kita membayar harga dengan segala-galanya. Artinya komitmen dan harga mengikut Yesus adalah sebagai berikut:

Pertama, kita berani kehilangan kenyamanan hidup kita (ayat 57-58). Di jaman Yesus, biasanya guru-guru agama berkeliling bersama murid-muridnya untuk mengajar dan mereka akan mendapat tempat penginapan yang bagus dan nyaman serta makanan yang cukup. Banyak orang mengira apabila mereka mengikuti Yesus maka mereka akan mendapat posisi yang aman dan nyaman. Sama seperti orang yang bertanya kepada Yesus (ayat 57) yang mengira dan mengharapkan bahwa ia bisa mendapatkan kenyamanan hidup dengan mengikuti Yesus. Tetapi Yesus tahu latar belakang pertanyaan orang tersebut. Yesus tidak seperti guru-guru yang lain. Yesus mengajar kapan saja dan dimana saja, Ia mengajar di tempat yang baik dan di tempat yang kurang baik. Bahkan, Yesus tahu bahwa Ia akan menderita sampai kematian di Yerusalem. Jika kita menyebut diri sebagai murid Yesus apakah kita siap meninggalkan kenyamanan hidup dan lebih mementingkan pekerjaan Tuhan.

Kedua, kita berani memberi prioritas untuk pekerjaan Tuhan (ayat 59-60). Salah satu harga yang kita harus bayar sebagai pengikut Kristus adalah memprioritaskan pekerjaan Tuhan. Di dalam bahasa aslinya, kalimat "biarlah orang mati menguburkan orang mati" lebih tepat diterjemahkan "biarlah tukang pengubur orang mati menguburkan orang mati". Masing-masing kita mempunyai prioritas, biar masalah mengubur orang mati dikerjakan oleh tukang kubur, tetapi kita sebagai murid Yesus dipanggil dengan prioritas utama yaitu untuk memberitakan Injil. Apakah kita siap untuk tidak berhitung uang, waktu, dan tenaga ketika kita melakukan pekerjaan Tuhan?

Ketiga, kita berani untuk melakukan pelayanan dengan sempurna dan dengan urgensi (ayat 61-62). Komitmen kita sebagai pengikut Kristus adalah melakukan pelayanan dengan sempurna. Mengapa Yesus berkata orang yang membajak tidak boleh menoleh ke belakang? Karena hasil bajakannya pasti tidak sempurna. Kita harus benar-benar menggunakan talenta yang diberikan Tuhan, melakukan pelayanan dengan sempurna. Dan melakukannya dengan suatu sikap urgensi. Karena seperti yang dikatakan Yesus di salah satu khotbahNya, kerajaan Allah sudah datang. Urgensi kerajaan Tuhan tidak bisa dibandingkan dan ditunda. Sekarang saatnya melakukan pelayanan Tuhan.

Kiranya Tuhan menolong kita menjadi murid yang berkomitmen dan berani membayar harga: yang berani kehilangan kenyamanan hidup, memprioritaskan pekerjaan Tuhan, dan melakukan pelayanan dengan sempurna.