Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Gospel Intentionality

March 25, 2012 Speaker: Prof Sen Sendjaya Series: Acts Series

Topic: Sunday Sermon / Kotbah Minggu Passage: Acts 8:4–8:40

Gospel Intentionality (Kisah Para Rasul 8:26-40 – Acts 8:26-40)
Oleh Dr. Sen Sendjaya

"Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ." (Kis. 8:4-5 – Acts 8:4-5) Every-member serving one another and outsider. Saya mau saudara membayangkan kejadian setelah Stefanus, orang pertama dari persaudaraan di dalam Kristus, dibunuh. Dia adalah seorang Kristen Yahudi yang memiliki latar belakang Romawi & Yunani, datang dari luar Yerusalem dan Yudea (i.e. Helenis), dan para Helenis ini diburu oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem. Mereka tersebar dari kota besar itu, dan salah satu dari pelayan meja, Filipus, juga seorang Helenis, sampai ke kota Samaria. Waktu itu, orang Yahudi tidak berurusan dengan orang Samaria (Yoh. 4:9b – John 4:9). Dan, Filipus melayani mereka dengan menyatakan Firman Tuhan - Yesus adalah Mesias, Sang Penyelamat Dunia - kepada mereka. Ketika banyak orang yang percaya di Yerusalem, setelah khotbah Petrus di hari Pentakosta, kita tidak tahu dengan rinci apa yang orang-orang Kristen lakukan untuk menyebarkan Injil kepada sesamanya. Tetapi, sampai di bagian ini, kita mendapat jendela kecil bagaimana jemaat mula-mula memberitakan Injil. Semua orang memberitakan Injil, tidak hanya Filipus (8:4 – John 8:4). Saya mau menekankan bahwa Gereja bukanlah institusi, program, atau perkumpulan dengan segelintir pelayan. Seluruh orang - yang hidup dibawah pertolongan dan kuasa Yesus Kristus - adalah pelayan, dan pelayanan terbesar kita terhadap sesama adalah melalui pemberitaan Injil.

Aplikasi. Jika ada seorang yang bertanya kepada saudara: "Kenapa kamu pergi ke perkumpulan kamu itu tiap hari Minggu? Apa alasan kamu hidup untuk si Yesus ini, yang kamu sebut Tuhan?" Apa yang akan saudara jawab kepadanya? Ambillah waktu sejenak, sekitar satu jam, untuk membaca Injil Markus dari awal sampai akhir dalam sekali baca. Dan tulis jawabannya. Jika terlalu sibuk, cobalah baca Yesaya 52:13-56:8 (Isaiah 52:13-56:8) dan renungkan isinya dengan bertanya: "Apa yang Tuhan hendak nyatakan bagi umat-Nya yang selalu menjauh dari-Nya?"

"Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"" (Kis. 8:30 – Acts 8:30) One-to-one gospel encounter. Kita tahu sekarang bahwa setiap orang dari jemaat mula-mula memberikan Injil. Itu ekspektasi yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang. Tetapi, bagaimana mereka menyebarkan Injil? Apakah seperti para rasul, di Yerusalem? Apakah seperti Filipus, di Samaria? Di bagian ini, kita melihat bahwa Filipus - dengan pimpinan Roh Kudus - menyusuri jalur Gaza dan bertemu dengan satu orang. Filipus bertemu dengan seorang sida-sida dari Etiopia - seorang yang dikebiri karena dedikasinya sebagai pegawai kerajaan. Dia adalah seorang non-Yahudi yang takut akan TUHAN, Allah Israel, datang jauh-jauh dari Etiopia sampai Yerusalem. Dia datang jauh-jauh untuk beribadah kepada Allah Pencipta langit dan bumi, dan dia pastinya kecewa. Dia hadir di Bait Allah di Yerusalem, dan dia harus ditempatkan di serambi terjauh dan terluar dari Bait Allah, yaitu serambi ibadah orang-orang kafir. Dia memang orang yang terpandang di Etiopia, tetapi telah kehilangan segala harapan untuk memiliki keturunan. Dengan harapan akan penerimaan dihadapan Allah yang mengatasi segala ilah-ilah, dia pergi ke Yerusalem. Tetapi, dia harus berdiri di lingkaran yang tersisih. Filipus, seorang Yahudi, hadir disitu, dan menyadari perannya, dia duduk disamping sida-sida Etiopia ini. Apa yang terjadi disini?

Aplikasi. Saudara, marilah belajar dua hal: janganlah kamu menganggap enteng orang yang telah Allah rencanakan untuk mendengar Injilnya, dan janganlah kamu menganggap enteng Firman Tuhan, Injil. Pada saat jemaat mula-mula, Injil menyebar ke Afrika Utara, dari Mesir sampai ke Libya. Martir dari gereja awal seperti Cyprian, dan pembela iman percaya seperti Tertullian, Athanasius dan Agustinus muncul dari daerah ini. Injil adalah kekuatan Allah (Rom. 1:16 – Romans 1:16), dan akan terus menyebar (Kolose 1:6 – Colossians 1:6). Tetapi, siapa yang memulai menyebarkan Injil jika bukan satu orang Etiopia ini?

"Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya." (Kis. 8:35 – Acts 8:35) What is the Gospel? Total Forgiveness for a Sure Adoption. Injil itu bukan hanya empat kitab Injil di Perjanjian Baru. Injil itu bukan hanya Firman Tuhan secara umum. Lebih besar dari itu. Injil adalah Yesus sebagai Allah yang diam disaat manusia memberontak, menanggung hina disaat manusia tidak mengacuhkan Dia, dihukum disaat manusia menghakimi Dia, ditelan maut disaat manusia menyombongkan kehidupannya yang singkat. Murka penghakiman kekal Allah telah dijatuhkan kepada Yesus disaat manusia menaruh Pencipta mereka sendiri kepada penghakiman. Yesus menanggung kepenuhan murka Allah terhadap pemberontakan ciptaan-Nya demi kamu yang sekarang membaca buletin ini supaya kamu diadopsi menjadi anak-Nya. Jika anak, maka ahli waris dari segala kepemilikan Allah. Apa yang menghalangi kamu untuk tunduk dan meninggalkan dosamu dan percaya kepada Yesus untuk pengampunanmu? Mendekatlah kepada Yesus, karena Salib adalah tanda bahwa Tuhan akan mendengar permohonanmu untuk diampuni, dan kebangkitan menunjukkan kuasa-Nya untuk menepati janji keselamatan-Nya bagi kamu secara pribadi.

Aplikasi. Ada saatnya dimana murka Allah akan datang bagi mereka yang enggan percaya dan mengentengkan janji-Nya untuk semua orang. Ada saatnya dimana para ahli waris Allah melihat kemuliaan Allah dan menikmati kekekalan bersama-sama dengan Pencipta mereka sesuai janji-Nya. Ini berlaku bagi semua orang yang pernah kamu temui. Berdoalah supaya kamu dibangunkan kepada realita ini dan berilah agenda hidupmu untuk diubah sesuai dengan realita ini, sambil bertanya: "Siapa orang yang bisa aku bagikan Injil dalam hidupku sekarang? Beri keinginan itu, ya TUHAN." (Diringkas oleh Mario Alexander Kasih)