SUNDAY SERVICE: 9:30AM English; 11:00AM Indonesian

Kembalilah Kepada Tuhan!

Salah satu tema yang diulang berkali-kali di kitab nabi Hosea adalah, “Kembalilah kepada Tuhan!” Ironisnya, ucapan ini tidak ditujukan kepada mereka yang tidak mengenal Tuhan, tetapi justru kepada umat Tuhan sendiri. Tuhan Allah bahkan berulangkali menggambarkan betapa dekat relasi-Nya dengan umat-Nya, seperti sepasang suami dan istri. Ketidaksetiaan Gomer, istri Hosea, adalah gambaran ketidaksetiaan bangsa Israel dan gereja Tuhan dari jaman ke jaman. Itu sebabnya “Kembalilah kepada Tuhan!” adalah panggilan untuk kita semua. 

  1. Kembalilah kepada Tuhan karena ketidaksetiaan kita berbuntut tragedi.
    Kisah Hosea memang terdengar aneh dan mengejutkan. Bukan saja pernikahannya dengan wanita yang tidak setia, tetapi anak-anak yang dilahirkannya juga menggambarkan betapa seriusnya penghakiman Tuhan atas umat-Nya. Sama seperti bangsa Israel, kita pun kerap bertindak tidak setia dalam keseharian kita. Pikirkan hal-hal yang anda khawatirkan, kejar, percayai, anggap penting, dambakan … bukankah hampir semuanya berpusat pada kepentingan dan kenyamanan kita? Berapa banyak, kalau bisa diukur, proporsinya kita pusatkan untuk Tuhan dan kerajaan-Nya? Kitab Hosea mengingatkan kita bahwa ketidaksetiaan kita akan membawa dampak tragis dalam hidup kita.

  2. Kembaliah kepada Tuhan karena kesetiaan Tuhan selalu menang.
    Ini mungkin keanehan lain: Tuhan tidak sekali, tetapi dua kali memanggil Hosea untuk kembali mencari dan memenangkan Gomer. Teolog D.A.Carson mengatakan bahwa di dalam kasih antara manusia, selalu ada sesuatu dari pihak yang dikasihi yang membuatnya layak untuk dikasihi. Tentu saja, dari sisi manusia, ini penting dan patut dalam banyak aspek. Tapi kasih setia Tuhan Allah masuk kategori super-manusia, dimana Ia justru mengasihi manusia yang bukan saja tidak layak untuk dikasihi, tetapi juga sangat layak untuk dimurkai oleh-Nya. Menyambut Natal, kita diingatkan betapa dalam dan rendahnya Tuhan mau turun menunjukkan kasih-Nya. Ia rela menjadi lemah dan rentan sebagai seorang bayi—karena nantinya Ia akan menjadi amat lemah dan rentan di atas kayu salib.

  3. Kembalilah kepada Tuhan karena kemurahan Tuhan terbatas waktunya.
    Betul kasih setia Tuhan selalu mengalahkan dosa terbesar sekalipun—tetapi itu tidak berlaku otomatis. Hanya mereka yang berespon dengan sungguh-sungguh berbalik kepada Tuhanlah yang akan menikmati kebesaran kasih setia-Nya. Salah satu indikator terbaik dari respon kita kelihatan dari cara kita memperlakukan orang-orang sekitar kita: mulai dari yang paling mudah kita kasihi sampai kepada yang paling sulit. Mereka yang benar-benar bertobat akan melihat kasih setia Tuhan seperti jalan lurus untuk ditempuh, walaupun kadang sulit dan menguras tenaga serta air mata. Tetapi mereka yang menganggap enteng atau mengabaikan Tuhan akan melihat kasih setia-Nya sebagai alasan untuk terus mengeraskan hati dan memberontak. Itu sebabnya nubuatan Hosea ditutup dengan kalimat ini:

    “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.” (Hosea 14:10)

Kembali kepada Tuhan seharusnya menjadi doa dan sikap hidup kita setiap hari. Ketidaksetiaan yang berkepanjangan akan selalu berakhir dengan tragis—tapi ingatlah bahwa kasih setia Tuhan jauh lebih besar dan selalu akan menang. Keinginan-Nya bagi pertobatan kita jauh lebih besar dari keinginan kita untuk berbalik kepada-Nya.