Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Kesabaran Tanpa Batas

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. (1 Tim 1:15-16)

Di dalam bahasa Yunani, kata 'kesabaran' terdiri dari dua kata: panjang dan marah, artinya sifat menanti dalam waktu yang panjang sebelum menunjukkan kemarahan. Itu sebabnya dalam bahasa Inggris kadangkala kesabaran diterjemahkan dengan longsuffering, artinya rela menderita dalam waktu yang panjang. Sifat panjang sabar ini secara esensi adalah salah satu sifat Tuhan Allah. Waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya di hadapan Musa, Ia berkata:

TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa. (Kel 34:6-7)

Sepanjang Alkitab kita menemukan Allah berulangkali menunjukkan kesabaran-Nya yang ilahi kepada manusia, khususnya pada umat-Nya sendiri yang berulangkali memberontak dan mengeraskan hati terhadap-Nya. Kesabaran Tuhan bersikap sangat relasional, antara diri-Nya dengan umat-Nya. Begitu juga di dalam hidup kita, kesabaran adalah sifat buah Roh Kudus yang Allah mau kita tunjukkan melalui relasi hidup kita sehari-hari.

Secara manusiawi, setiap kita punya kadar dan cara bersabar yang berbeda-beda. Ada orang yang dibesarkan di keluarga yang sabar sehingga bagi mereka bersabar terhadap orang lain cenderung jauh lebih mudah daripada mereka yang dibesarkan di keluarga yang tidak sabaran. Tetapi seperti kita sudah lihat sebelumnya, sifat kesabaran dari buah Roh adalah sifat yang bukan berasal dari natur manusiawi kita. Kita tentunya bersyukur kalau di dalam hidup kita Tuhan memberikan orang tua, guru, teman, dan orang lain yang mewariskan atau menjadi teladan kesabaran. Tapi kita harus lebih bersyukur lagi karena Tuhan sendiri mau menumbuhkan sifat sabar-Nya yang ilahi itu di dalam hidup kita.

Tentu saja ekspresi paling puncak dan real dari kesabaran Tuhan Allah adalah melalui karya penyelamatan Yesus Kristus. Ada setidaknya tiga hal penting yang kita harus ingat melalui kedatangan Yesus:

  1. Kesabaran Allah terhadap musuh-musuh-Nya ada batasnya. Saya saat ini sedang belajar untuk mempersiapkan seri khotbah Wahyu dalam beberapa minggu ke depan. Saya kembali diingatkan bahwa suatu hari nanti kesabaran Allah akan dosa dan pemberontakan manusia akan berakhir. Setiap kali kita mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli dan berkata bahwa Yesus akan datang kembali menghakimi orang yang hidup dan yang mati, artinya suatu hari nanti gerbang anugerah keselamatan akan ditutup rapat dan tidak akan dibuka lagi. Kedatangan Yesus yang pertama, kematian dan kebangkitan-Nya serta kenaikan-Nya ke surga menunjukkan bahwa masa kesabaran Allah suatu hari nanti akan berakhir. Selama anda berada di luar Kristus, anda adalah musuh Allah. Saat ini keselamatan masih tersedia dan terbuka bagi mereka yang mau berbalik dan percaya kepada Yesus.

  2. Kesabaran Allah terhadap anak-anak-Nya tidak ada batasnya. Bagi mereka yang sudah menjadi milik Yesus, memang betul kita kadang mengalami didikan dan konsekuensi dosa kita. Kita juga masih mengalami akibat dosa dan penderitaan yang tidak tentu disebabkan oleh dosa atau kesalahan kita. Kita tentunya sehari-hari mengalami bergumul dan berperang melawan berbagai godaan entah dari dalam maupun dari luar diri kita. Apa pun itu kita perlu ingat bahwa kita mempunyai Bapa yang sabar terhadap kita. Saya selalu tersentuh oleh apa yang Paulus katakan: justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya (1 Tim 1:16). Dalam terjemahan lain: His immense patience (NIV), His perfect patience (ESV), dengan kata lain kesabaran Allah yang tidak terbatas. Bagi kita yang ada di dalam Kristus, kita adalah objek utama kesabaran-Nya yang sempurna.

  3. Kesabaran Allah diberikan untuk kita tunjukkan terhadap orang lain. Kesabaran manusiawi kita begitu sempit dan terbatas. Sadar atau tidak sadar, biasanya kita menempatkan begitu banyak aturan, syarat, tanggal kadaluwarsa, dan puluhan limit lainnya terhadap orang lain. Tapi kalau kita ingat bahwa Roh Kudus sedang menumbuhkan sifat kesabaran Kristus di dalam diri kita, maka kita akan dengan rela hati mau berusaha dan berlatih sabar terhadap orang lain.

Sebagai pengikut Yesus, coba pikirkan dua pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita bersabar terhadap mereka yang berbeda dengan kita, atau yang cenderung menyusahkan kita?
  • Apakah kita bersabar terhadap kelemahan dan kekurangan orang lain, termasuk sesama anak-anak Tuhan, apalagi orang-orang yang kita pimpin atau para pemimpin kita?

DOA
Tuhan tolong kami agar bersabar seorang terhadap yang lain, dan saling mengampuni apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Engkau telah mengampuni kami, kami pun mau berbuat demikian. Kami meminta demi nama Yesus Kristus, yang kesabaran-Nya penuh dan tidak terbatas bagi kami. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.