Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mat 7:13-14 "Keputusan Terpenting Dalam Hidupmu"

Matius 7:13-14
(13) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; (14) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

"Memilih pasangan hidup adalah keputusan kedua yang paling penting di dalam hidupmu," itu yang biasanya saya katakan kepada mereka yang mengikuti kelas bimbingan pranikah. Mengapa? Karena pasangan yang kita pilih untuk nikahi akhirnya mempunyai dampak besar bagi hidup kita di dunia ini. Kalau faktor memilih pasangan hidup demikian pentingnya, maka keputusan yang terpenting adalah memilih siapa Tuhan kita. Keputusan kita memilih atau menolak Yesus, bukan saja punya dampak besar bagi hidup kita sekarang, tetapi lebih lagi hidup kita di dunia yang akan datang.

Di bagian penutup khotbah ini, Yesus menantang setiap pendengar-Nya untuk mengambil keputusan. Ia sudah menjabarkan secara runut, jelas, dan praktis, apa saja artinya menjadi anak-anak Allah. Ia dengan terus terang mengatakan bahwa menjadi anggota kerajaan Allah adalah berkat terbesar yang bisa kita terima, tetapi juga menuntut seluruh area hidup kita. Tidak ada satu bagian hidup kita dimana kita berhak mengeklaim sebagai area pribadi dimana Tuhan tidak berhak ikut campur. Itu yang dimaksud dengan menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas hidup kita. Entah seluruh hidup kita serahkan menjadi milik dan hak Yesus, atau tidak sama sekali.

Di jaman yang mengedepankan dan merayakan kebebasan memilih dan hak pribadi, tidak heran tuntutan Yesus terdengar sempit dan menyesakkan. Kita lebih suka Yesus yang mengasihi dan menyelamatkan, tapi yang masih bisa kita atur. Kita berikan Dia ruang yang luas dan lapang di hidup kita. Ruangan itu kita beri nama "Spiritual". Ruangan Spiritual itu kita hias dengan indah dan enak untuk dilihat. Tapi Yesus sama sekali tidak boleh keluar dari ruangan itu. Di ruangan itu, Ia segala-galanya bagi kita, kekasih jiwa kita, penguasa dan sumber hidup kita, tidak jarang malah air mata kita bercucuran saat kita berdoa dan berbicara tentang Dia, tetapi that's it. Ia tidak kita ijinkan masuk ke ruangan lain seperti ruangan karir, uang, relasi dengan keluarga, entertainment, pilihan hidup, dan lain sebagainya. Kita suka Yesus yang kita bisa jinakkan.

Mereka yang memutuskan untuk menjinakkan Yesus ujung-ujungnya tidak ada beda dengan mereka yang memutuskan untuk menolak Yesus. Orang yang menolak Yesus pada dasarnya memutuskan bahwa ada hal atau orang lain yang berperan sebagai Tuhan atas hidup mereka: pekerjaan, uang, bisnis, prestasi, relasi, dan lain seterusnya. Mereka yang mencoba menjinakkan Yesus, pada dasarnya menempatkan hal atau orang lain sepantar dengan Yesus. Yesus sendiri tahu persis bahwa ini bahaya yang dihadapi oleh pendengar-Nya. Ia tahu bahwa hati dan mata kita lebih mudah tergiur oleh hal-hal yang kelihatan, yang bisa diukur, yang bisa dibandingkan, yang hanya langgeng di dunia yang sementara ini. Ia tahu bahwa secara natur hati dan mata kita tidak tertarik oleh hal-hal yang tidak kelihatan, yang tidak nampak, yang baru bisa kita nikmati nanti di dunia yang akan datang.

Itu sebabnya Yesus membukakan mata dan hati kita untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya. Sejak masa pandemi COVID-19, pemikiran para ahli medis dan epidemiologi menjadi perhatian banyak orang. Pemerintah menginvestasikan uang dan waktu untuk mengumpulkan ahli terbaik di negaranya, dan kalau bisa berkolaborasi dengan penemuan dan hasil riset terbaru yang diakui. Hasil penelitian yang teruji secara ketat membantu kita memfilter hoax dan berbagai informasi-informasi keliru lainnya. Dengan kata lain, kita bergantung pada pendapat para ahli untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya. Dari situ barulah kita mengambil keputusan hari ini.

Bukankah kita seharusnya lebih lagi mendengarkan Yesus? Injil Matius dibuka dengan menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah diberi kuasa dan otoritas oleh Bapa-Nya, lalu setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus sendiri mengatakan bahwa, "Segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya" (Mat 28:18). Artinya Yesuslah satu-satunya yang punya otoritas penuh atas hidup setiap manusia, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Yesus adalah Ahlinya realitas tentang hidup yang sementara maupun hidup kekal.

Ia juga adalah Ahli yang penuh kasih! Perhatikan Ia tidak mengatakan secara diplomatis, "Kalian kan sudah pintar, sekarang pikir dan pilih sendiri ya. Dua-dua sama-sama baik, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing." Tidak begitu! Ia menantang kita mengambil keputusan untuk masuk serta tetap berjalan melalui pintu yang sesak. Tidak ada netralitas dalam mengikut Yesus: entah kita mengikuti jalan-Nya menuju kehidupan kekal, atau kita mengikuti jalan dunia menuju kebinasaan kekal. Di khotbah ini, Yesus sudah menjelaskan kebahagiaan, berkat, tantangan, bahkan pengorbanan yang akan dialami oleh setiap orang yang akan mengikuti Dia. Ia sudah menunjukkan betapa nilai-nilai kerajaan-Nya bertolak belakang dengan nilai-nilai kerajaan dunia ini.

Sekarang Ia menempatkan kekekalan di depan mata dan hati kita, dan Ia mau kita masuk ke dalam pintu yang bernama kekekalan, walaupun itu sesak dan sempit. Ia tahu bahwa ini bukan keputusan atau pilihan yang populer apalagi mudah dijual. Ia tahu bahwa hanya sedikit orang yang akan menemukan betapa berharganya hidup kekal bersama-sama dengan Dia dan gereja-Nya.

Kalau anda selama ini menolak Yesus, atau hidup berusaha menjinakkan Yesus, ingatlah bahwa artinya anda masih berada di jalan yang luas dan lebar, yang akhirnya membawa anda pada kebinasaan. Putuskanlah hari ini untuk mencari dan menemukan Yesus melalui jalan yang sesak dan sempit.

Kalau anda sudah hidup bagi Yesus, pakailah hari ini untuk bersyukur kepada Dia dan kembali mengafirmasi keputusan serta komitmen anda untuk tetap berjalan di jalan yang sesak dan sempit.

DOA
Tuhan Yesus, kiranya kami hari ini tidak lagi menolak atau berusaha menjinakkan Engkau. Kiranya kami mendapatkan diri kami masuk melalui Engkau, Pintu yang sesak dan sempit itu, satu-satunya jalan dan hidup abadi yang sejati. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.