Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Mazmur 4 "Tuhan, Jawablah Doaku!"

Mazmur 4
(1) Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur Daud.
(2) Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!

(3) Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela
(4) Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.

(5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
(6) Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.

(7) Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN! (8 ) Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

(9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

Salah satu penafsir Alkitab memberi judul buku tafsirannya untuk Mazmur 1-12 "The Way of the Righteous in the Muck of Life", yang kalau diterjemahkan bebas: jalan orang benar melalui kotoran kehidupan. Seringkali hidup terasa begitu kacau, tidak menentu, tidak sesuai dengan rencana, bahkan begitu bertolak belakang dengan apa yang kita tahu tentang Tuhan dan pemeliharaan-Nya selama ini.

Kita bisa merasakan kesesakan, atau perasaan tertekan yang Daud alami, dan satu-satunya doa yang kita bisa naikkan adalah, "Kasihanilah aku ya Tuhan! Jawablah doaku!" That's it. Tidak ada votum, panggilan beribadah, doa pembuka, lagu pujian, apalagi doa syafaat bagi orang lain. Oh God, help!

Doa permohonan Daud tidak salah alamat. Ia berdoa kepada Allah, yang ia sebut di sini sebagai "kemuliaanku" (4:3) dan "TUHAN / Yahweh" (4:4). Allah yang kepadanya Daud berdoa bukanlah tuhan tidak jelas identitas dan karakternya. Ia adalah Tuhan Allahnya Israel, Allah yang membenarkan atau yang telah menebus umat-Nya serta menjalin relasi kekal dengan mereka. Daud mengakui dari kalimat pertama bahwa ia membutuhkan anugerah Tuhan. Hanya anugerah Tuhanlah yang menjamin bahwa doa Daud, dan doa kita, didengar dan dijawab.

Kontraskan doa minta tolong Daud dengan musuh-musuhnya. Dalam hal ini kemungkinan besar lawan Daud adalah orang-orang Israel sendiri yang mengalami kesesakan dan tekanan yang serupa dengan Daud. Kata 'orang-orang' di ayat 3 dapat diterjemahkan 'putra-putra bangsa', dengan kata lain orang-orang penting dan berpengaruh di dalam kerajaan Israel saat itu. Raja Daud mengalami tekanan, ia berseru pada Tuhan Allahnya. Tetapi orang-orang di dekatnya? Sebagian mulai mengejek dan menjelek-jelekkan Daud, bahkan mulai mencari jalan keluar dari kehendak Tuhan (4:3). Mereka mulai marah dan melampiaskan kemarahannya dengan berbuat dosa (4:5). Keputusasaan dan kesedihan mereka terlihat dari doa mereka, "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" (4:7).

Di sini kita melihat bijaksana serta hati gembala yang Daud miliki. Saya membayangkan sejumlah pemimpin hari ini mungkin akan langsung memecat serta mem-blacklist orang-orang seperti ini. Tidak demikian dengan Daud!

  • Bagi mereka yang mengejeknya, Daud mengingatkan mereka bahwa kasih setia Tuhanlah yang menempatkan dia sebagai raja atas mereka. Daud berbicara seperti ini bukan untuk pamer posisi, "Emangnya yang bos siapa, kamu atau aku?" melainkan justru untuk memamerkan kebesaran Tuhan sebagai Allah atas hidup mereka yang dekat serta mendengarkan mereka (4:4).
  • Bagi mereka yang berdosa di dalam kemarahannya, Daud mengingatkan mereka untuk tidak berbuat dosa, mengungkapkan kemarahan mereka kepada Tuhan. Dan kalau pun mereka sampai sudah terlanjur berbuat dosa, perhatikan ini: Daud mengingatkan mereka akan jalan pengampunan yang Allah sudah sediakan melalui korban persembahan (4:6)
  • Bagi mereka yang meragukan Tuhan, Daud mengingatkan mereka pada berkat Harun yang kerap kita dengar di akhir ibadah, "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera" (Bil 6:24-26). Di sini Daud menyatakannya dalam bentuk doa: "Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!" (4:8). Sekali lagi Daud mengarahkan pendengarnya pada Tuhan dan karya keselamatan-Nya yang besar

Cara berpikir, berdoa, berelasi yang berpusat pada Tuhan inilah yang memberikan Daud damai yang sesungguhnya. Walaupun permintaan tolongnya ini seperti terdengar darurat, tapi itu datang bukan dari hati yang mengejek, marah, atau meragukan Tuhan. Melainkan justru dari hati yang memuliakan Tuhan; dari hati yang mau mambuat orang lain semakin mengenal dan ikut memuliakan Tuhan! Daud bisa tidur nyenyak dengan tentram, termasuk saat melalui hari-hari kehidupan yang dikotori oleh berbagai kesesakan dan tekanan. Ia bisa merasa aman, karena pada akhirnya Tuhanlah satu-satunya sumber rasa aman dan perlindungannya. Di dalam Yesus Kristus, Tuhan yang sama juga memberikan kita rasa aman serta melindungi setiap orang yang berseru minta tolong kepada-Nya.

DOA
Tuhan Allah, dalam kesesakan dan perasaan tertekan kami, tolong kami! Terimakasih atas jaminan kelegaan yang Engkau berikan pada setiap orang yang berbalik minta tolong kepada-Mu.
Kami bersyukur bahwa Engkau telah menetapkan seorang Raja yang lebih besar dan berkuasa daripada Daud, Tuhan kami Yesus Kristus yang menjamin bahwa setiap seruan kami minta tolong akan didengarkan.
Kami bisa percaya Engkau mendengarkan kami karena Kristuslah korban yang benar yang layak untuk kami percayai. Kebenaran Kristuslah yang membuat Engkau memperhatikan setiap seruan kami, termasuk yang sulit atau bahkan tidak bisa kami ucapkan sekalipun.
Kami mau mengingat bahwa di dalam Yesus, Engkau berkenan menyinari wajah-Mu kepada kami serta memberikan kami sukacita, damai tentram, rasa aman, yang tidak dapat kami temukan di dalam diri kami atau dari dunia ini.
Tolong setiap kami yang berseru minta tolong kepada-Mu! Demi nama Yesus Kristus, Raja kemuliaan yang telah Engkau pilih, kami berdoa. Amin.

Leave a Comment

Comments for this post have been disabled.