Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Natal: Juruselamat yang Bagi Mereka yang Kalah

Siapa sih yang mau ada di tim yang kalah? Entah bicara soal urusan olahraga atau politik, kita selalu berharap menjadi bagian dari tim pemenang. Isu soal kalah-menang, turun-naik, mundur-maju, salah-benar dan lain sebagainya ini memang sedang santer di negara kita Indonesia. Rasanya bagi kebanyakan kita, setiap hari tidak habis diramaikan oleh cuplikan berita atau analisa yang entah menceritakan atau meramalkan situasi kondisi terakhir pemimpin atau kelompok yang kita harapkan bisa keluar sebagai pemenang.

Di dalam situasi seperti inilah, berita Natal relevan bagi mereka yang mau berada di 'tim pemenang'. Memang patut disayangkan kalau secara umum Natal hanya diasosiasikan dengan Sinterklas, bingkisan kado, pohon cemara, dan kemeriahan-kemeriahan lainnya. Padahal Natal pertama dimana Anak Allah menjadi manusia, lahir sebagai seorang bayi, adalah sebuah pernyataan dari Allah kepada manusia.

Yang Allah mau katakan melalui kelahiran Yesus Kristus adalah, bahwa kita semua berada di tim yang kalah. Kesamaan yang mendasar antara setiap manusia dengan Yesus adalah bahwa kita sama-sama pernah lahir. Tetapi, perbedaan yang mendasarnya adalah hanya Yesus yang lahir tanpa dosa. Selama kita lahir dari orang tua yang berdosa, kita mewarisi tabiat asal mereka, demikian juga anak cucu kita. Dosa merupakan sebuah hal yang alami, sesuatu yang tidak perlu jauh-jauh kuliah untuk dikuasai, karena kita memang 'dari sononya' mencintai dosa. Dan itu membuat kita berada di pihak yang kalah, pihak yang berseberangan dengan Allah. Jadi bukan saja kita berada di tim yang kalah, tetapi secara alamiah setiap kita berada di tim lawan.

Dengan mengutus Yesus Kristus, Allah sebetulnya berhak untuk menghakimi dan membinasakan kita—tetapi kalau demikian, maka tidak ada pengharapan bagi siapa pun. Tetapi justru Yesus lahir untuk dihakimi dan mengalami kebinasaan bagi kita. Bagi kita yang berada di tim yang kalah, Yesus datang untuk menebus kita menjadi bagian dari tim pemenang-Nya. Bagi kita yang lahir sebagai lawan-lawan Allah, Yesus datang untuk menjadikan kita relawan-Nya.

Kiranya Natal 2016 ini menjadi momen sekaligus momentum baru bagi gereja Tuhan. Momen dimana kita kembali diingatkan bahwa gereja hanyalah komunitas orang-orang pecundang yang tidak layak, yang telah menerima anugerah tak terhingga di dalam Kristus. Sekaligus momentum untuk melihat bahwa dunia ini penuh dengan orang-orang yang sama tidak layaknya, dan sebagai gereja kita dipanggil untuk mendoakan, merangkul, serta mengasihi mereka—sama seperti apa yang Kristus telah lakukan bagi kita.

Selamat mempersiapkan hati dalam memasuki minggu-minggu Advent serta merayakan ibadah Natal 2016 mendatang!

Artikel ini juga dimuat di majalah Ozip edisi Desember sebagai bentuk ucapan Natal dari Indonesian Christian Church kepada komunitas Indonesia di Melbourne.