Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Tetap di Dekat Allah

“Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.” (Mzm 73:23)

Di dalam Mazmur ini Asaf baru saja mengakui kebodohan dan ketidaktahuannya—ia benar-benar sadara bahwa ia terhilang, bahwa hatinya penuh dengan tipu daya. Walaupun demikian, ada satu luapan iman yang besar ketika ia melanjutkan nyanyiannya dengan,”Tetapi aku tetap di dekat-Mu!"

Saudaraku, anda dipaksa untuk masuk ke dalam pengakuan dosa seperti Asaf, supaya anda juga bisa berkata seperti dia,”Tetapi karena aku adalah milik Kristus, aku tetap berada dekat Allah!” Artinya kita tetap dekat di dalam benak Allah: Ia selalu memikirkan kebaikan kita. Kita tetap dekat di mata Allah: mata Tuhan tidak pernah tidur, tetapi senantiasa memperhatikan kesejahteraan kita. Kita tetap dekat di dalam tangan Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengambil kita dari tangan-Nya. Kita tetap dekat di hati Allah, dimana Ia senantiasa mengingat kita, sama seperti para imam besar di Perjanjian Lama yang membawa keduabelas nama suku Israel di jubah mereka.

Engkau senantiasa memikirkan aku ya Allah. Hati-Mu terarah kepadaku. Engkau senantiasa mengatur segala sesuatu demi kebaikanku. Engkau mengukir aku pada tangan-Mu. Kasih-Mu lebih kuat daripada maut, banyak air tidak dapat memadamkannya, banjirpun tidak dapat menenggelamkannya.

Christ_in_Storm_on_Sea_of_Galilee_Ludolf_Backhuysen

Betapa mengejutkannya anugerah-Mu. Engkau melihatku di dalam Kristus, walaupun aku sendiri begitu menjijikan. Engkau memandangku mengenakan jubah Kristus, dibasuh di dalam darah-Nya, sehingga aku disambut di hadapan-Mu.

Itulah sebabnya aku senantiasa tetap di dekat-Mu—tetap di dalam kebaikan-Mu. Di sinilah kutemukan penghiburan bagi jiwa yang sedang diuji dan menderita, terombang-ambing oleh badai, dan rindu akan ketenangan. Katakan dengan segenap hatimu,”Tetapi aku tetap di dekat-Mu!” (C.H.Spurgeon)