Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Masalah, Yesusku Besar!

Banyak orang Kristen yang meskipun sudah mengikut Kristus puluhan tahun masih mengalami kebutaan rohani. Kita masih diliputi kecemasan yang berlebihan. Begitu kesulitan datang, respon pertama kita adalah kuatir. Kalau kuatir akan sesuatu, kita kemudian kuatir akan hal-hal lain. Dan kuatir kita cenderung berkepanjangan, berhari-hari bahkan bertahun-tahun.

Kita tak ubahnya seperti pelayan Elisa dalam cerita 2 Raja-Raja 6:8-23. Meski ia orang percaya, ia sangat ketakutan ketika merasa tak berdaya dikepung tentara Aram. Itu sebab ia tidak dapat melihat kereta kuda berapi Allah yang mengelilingi dia.

Elisa lalu berdoa, dan Allah membuka mata hambanya. Tanda kita tidak lagi buta rohani adalah melihat penyertaan Allah tidak lagi abstrak. Bukan teori tetapi realita. Realita yang menyembuhkan, menggerakkan, mengubahkan. Kita melihat pengampunan, karunia, pemeliharaan Allah sebagai sesuatu yang menakjubkan untuk yang kesekian kalinya. Itu sebabnya kita menyanyi “Amazing grace, how sweet the sound, it saved a wretch like me”, “Amazing love, how can it be? That you my King would die for me”.

Tidak mungkin kita masih dipenuhi kekuatiran kalau kita melihat bahwa realita tangan Allah yang menyertai kita. Bagaimana kita tidak menjadi seperti hamba Elisa yang buta rohani, tetapi seperti Elisa yang melek rohani? Dengan mengandalkan bukan diri kita, tapi Tuhan Yesus.

Narasi kita tentang Elisa juga menunjuk kepada Yesus. Alkitab bukan buku untuk mengajar kita menjadi orang yang anti-kuatir, anti-stress. Alkitab adalah firman Allah yang menyatakan kita orang berdosa yang membutuhkan Tuhan Yesus yang memampukan kita menjadi orang yang berani berserah kepada Yesus. Tabel berikut memberitahu kita persaman narasi Elisa dan apa yang dialami Yesus. 

Elisa

Tuhan Yesus

Dikepung oleh tentara Aram

Dikepung oleh pengikut imam besar dan tua-tua Yahudi

Bujangnya ketakutan

Muridnya, si Petrus, ketakutan

Sejumlah besar pasukan kereta kuda berapi mengelilingi mereka

Dua belas pasukan malaikat siap menolong Tuhan Yesus (Matius 26:53)

Namun ada beda yang penting. Pasukan kereta kuda berapi tersebut menolong Elisa dan bujangnya luput dari tangan tentara Aram. Namun pasukan malaikat tidak menolong Yesus. Mengapa?

Karena Yesus datang ke dunia memang untuk ditangkap, disalib, mati, dan dibangkitkan bagi kita. Ia sengaja tidak mau ditolong agar kita yang sekarang hidup di dalam Dia tidak pernah berada dalam posisi tidak ditolong Allah.

Yesus selalu menyertai kita, dan siap menolong kita. Ia lebih besar daripada semua masalah kita. Kita perlu berdoa Tuhan mencelikkan mata rohani kita, bukan untuk melihat pasukan kereta kuda berapi Allah, namun untuk melihat Yesus itu lebih riil dalam hidup kita.

Kita sering berteriak dalam doa, “Yesus, masalahku besar!”. Kita perlu mulai berdoa begini: “Masalah, Yesusku besar!”. Sebab Yesus yang ada di dalam kita melalui Roh-Nya lebih besar daripada setiap dan segala roh yang ada di dunia ini (1 Yohanes 4:4).