Pengumuman: Kebaktian Minggu di ICC sudah mulai dapat dihadiri on-site

Join us every Sunday at 10:30AM

Our Blog

Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Mat 7:1-6 "Menilai Dengan Jelas"

Mulai bagian ini, khotbah Yesus di bukit mulai naik ke puncaknya. Kita sudah melihat khotbah ini dibuka dengan Yesus mengajarkan karakter seperti apa yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak Allah. Lalu dilanjutkan dengan bagaimana anak-anak Allah berelasi dengan satu sama lain, dengan Allah Bapa, serta bagaimana menjalankan hidup keagamaan mereka sebagai pengikut Kristus. ...

Keep Reading

Mat 6:19-34 "Don't Worry, Be Trusting!"

Yesus sebelumnya mengkontraskan antara hidup anak-anak Allah dengan hidup orang-orang munafik. Hidup keagamaan anak-anak Allah tidak seharusnya dilakukan untuk dilihat atau dipuji orang, melainkan untuk dilihat dan dipuji oleh Allah Bapa. Di bagian ini Yesus berbicara tentang kekuatiran. Yesus mengatakan bahwa, sama seperti orang-orang munafik, seringkali kekuatiran kita p...

Keep Reading

Mat 6:1-18 "Hidup Sebagai Anak-Anak Allah"

Kita sudah melihat bagaimana Yesus melalui Khotbah di Bukit bukan saja mengajarkan bagaimana pengikut-Nya seharusnya hidup di dunia ini, tetapi Ia juga mengarahkan pengikut-Nya kepada isi hati Tuhan Allah. Dengan kata lain, Yesus sebagai Anak Allah yang sejati menunjukkan kepada kita sebagai anak-anak Allah yang diadopsi bagaimana kita harus hidup di dalam keluarga kerajaa...

Keep Reading

Mat 5:33-48 "Apakah Anda Perfect?"

Sejauh ini kita sudah melihat bagaimana Yesus memperjelas dan mempertajam hukum-hukum di Perjanjian Lama. Allah memberikan peraturan kepada bangsa Israel bukan hanya untuk membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan, tetapi juga untuk menunjukkan kepada bangsa Israel Tuhan seperti apa yang mereka sembah, kenal, dan taati. Seringkali Allah di Perja...

Keep Reading

Mat 5:31-32 "Isi Hati Tuhan di Dalam Pernikahan"

Apa yang Yesus katakan tentang perceraian di sini memang singkat. Kita perlu melihat bagian lain seperti misalnya Matius 19 untuk lebih memahami apa yang iman Kristen katakan tentang perceraian dan pernikahan kembali. Kita juga perlu ingat di bagian ini Yesus sedang mengkontraskan hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dengan hidup keagamaan kerajaan Allah...

Keep Reading

Mat 5:27-30 “Bebas Dengan Batas"

Yesus sekali lagi mengajarkan apa yang dimaksud dengan perintah, "Jangan berzinah": Allah melarang segala bentuk ketidaksucian seksual terhadap orang lain, entah yang terjadi di dalam imajinasi kita atau tindakan jasmani kita. Kalau kita bandingkan dengan budaya dan media di sekitar kita, maka sepintas apa yang iman Kristen ajarkan terkesan begitu sempit, kuno, dan bahkan ...

Keep Reading

Mat 5:20-26 "Demi Siapa Kita Marah?"

Bagi saya sangat menarik bahwa isu pertama yang Yesus bahas di bagian ini adalah soal kemarahan serta relasi kita dengan orang lain. Kemarahan serta relasi kita dengan orang lain adalah tantangan setiap kita setiap hari. Tidak ada hari dimana tidak ada orang, situasi, cuaca, berita, postingan di media sosial, yang tidak berpotensi untuk membuat kita marah. Entah itu di rum...

Keep Reading

Mat 5:19-20 "Dibebaskan Untuk Taat (Bagian 2)"

Menyambung apa yang kita sudah pelajari kemarin, Yesus menggenapi hukum Taurat melalui gereja-Nya. Sebagai pengikut Yesus, kita bukan saja menerima seluruh kebenaran Yesus diperhitungkan menjadi milik kita, tapi Allah juga menulis hukum-Nya di dalam hati kita. ...

Keep Reading

Mat 5:17-20 "Dibebaskan Untuk Taat (Bagian 1)"

Di sini Yesus mengantisipasi kebingungan dan keresahan pendengarnya. Ia mengatakan bahwa Ia tidak datang untuk mengesampingkan Firman Tuhan yang mereka selama ini sudah terima, tetapi justru untuk menggenapinya. Sekali lagi ini yang membuat Khotbah di Bukit ini menjadi begitu unik: khotbah ini begitu berkaitan dengan karakter dan misi hidup si Pengkhotbahnya. Tanpa Yesus m...

Keep Reading

Mat 5:13-16 "Born Again Identity: Garam dan Terang Dunia"

Yesus menjanjikan kebahagiaan atau berkat bagi para pengikut-Nya, tapi kebahagiaan yang Ia ajarkan bertolak belakang 180 derajat dengan nilai-nilai dunia ini. Begitu bertolakbelakangnya nilai-nilai kerajaan Allah, sampai-sampai di akhir dari delapan ucapan bahagia ini Yesus mengatakan bahwa para pengikut-Nya akan dianiaya, dicela, dan difitnah oleh dunia. Itu sebabnya sete...

Keep Reading