Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Seringkali waktu kita mendengar tokoh Daniel, cerita yang kita ingat adalah kisah Daniel di gua singa … dan mungkin bagaimana dia dan teman-temannya berusaha tetap setia kepada Tuhan walaupun berada di pembuangan. Tentu saja cerita-cerita itu penting dan penuh dengan makna serta ajaran iman bagi setiap pembacanya. Bagian yang mungkin jarang kita dengar adalah penglihatan-penglihatan yang Daniel catat mulai dari pasal 7. Padahal justru di sinilah serunya kitab Daniel (menurut saya), karena seolah-olah kita sekarang pindah behind the scene.

Yeremia adalah seorang pemimpin besar yang tidak bahagia. Bagaimana ia bisa berbahagia? la dipilih Allah unluk mengemban misi yang sulit "untuk mencabut dan rnerobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam" (1:10). la dari semula ditentukan menjadi seorang "prophet of doom". Seorang nabi pembawa bencana.

Setelah ratusan kali beribadah di bait Allah, suatu ketika nabi Yesaya berjumpa secara pribadi dengan Allah dalam segala keagungan kesucian-Nya disana. Dan ia berteriak, “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam” (Yesaya 6:5).