Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Life shrinks or expands in proportion to one's courage, tulis Anais Nin, seorang novelis Amerika keturunan Perancis-Kuba. Bagi orang percaya, karena kita tidak berani taat kepada Allah, hidup kita menjadi biasa-biasa saja.Ini yang kita pelajari dari Yosua.

Kita tidak bisa mengabaikan Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20). Penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami setiap perintah tersebut. Tetapi lebih penting lagi untuk mentaatinya. Tuhan tidak terkesan kalau kita hanya menganalisa perintah-perintah-Nya dengan seksama. Ia memberikan perintah-perintah ini untuk diikuti dengan alasan yang tepat. Ada 5 alasan yang benar untuk mentaati Sepuluh Perintah Allah.

Anak domba Allah yang telah disembelih itu, Yesus Kristus, tersebut berdiri di tengah tahta. Dia, dan hanya Dia, yang layak untuk membuka gulungan kitab itu, dan seluruh isi surga serentak bergema dengan pujian yang begitu nyaring dikumandangkan: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian” (Wahyu 5:12).

Allah memanggil kita bukan karena kita layak, tetapi karena Dia layak. Abraham adalah penyembah berhala, Yakub seorang penipu, Yusuf dimanja sejak kecil, Musa seorang pembunuh yang melarikan diri. Mereka dipanggil bukan karena mereka rohani, saleh, bermoral, dst. Tapi karena Allah memiliki kelayakan sempurna, Ia berhak memanggil siapa yang Ia kehendaki. Ia Allah yang setia terhadap perjanjian anugerah yang Ia buat dengan Abraham. Kita dipanggil bukan karena kita layak, tapi justru panggilan Allah yang melayakkan kita.

“Mengapa sih Tuhan membiarkan hal yang buruk/jahat terjadi pada orang baik?” mungkin adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya dengar. Tuhan yang adalah sumber segala kebaikan dan Raja kemuliaan, Ia berkuasa penuh atas segala sesuatu (sovereign). Alkitab melihat kebaikan Allah dengan kedaulatan Allah sebagai aspek penting dalam kita semakin mengenal dan mempercayai Dia. Iman Kristen mengajarkan justru karena Allah itu berkuasa atas segala sesuatu, maka kita seharusnya bisa beriman pada Dia di dalam segala sesuatu.