Mission exists because worship doesn’t, demikian kalimat terkenal yang pernah ditulis John Piper. Artinya, selama masih ada orang yang belum menyembah Tuhan Allah yang sejati di dalam Kristus, kita perlu melakukan pekerjaan misi. Jadi ibadah adalah tujuan akhir misi. Tetapi jangan lupa, ibadah juga adalah sarana misi. Yang saya maksud bukan ibadah secara luas, karena seluruh aspek hidup kita adalah ibadah (misal: pekerjaan, hobby). Yang saya maksud adalah ibadah hari Minggu. Sejak di Perjanjian Lama, Allah memerintahkan ibadah umat-Nya dilakukan di antara bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah. ‘Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan- Nya yang ajaib!’ (Mazmur 105:1-2). Di Perjanjian Baru, Petrus memberitahu umat Allah untuk ‘memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia’ (1 Petrus 2:9). Agar ibadah Minggu kita menjadi ibadah yang misional, minimal ada tiga prinsip yang harus dilakukan. Ketiga prinsip ini bagai altar, kayu, dan minyak yang kita harus siapkan, bila kita berharap Tuhan akan melakukan bagian-Nya dan menurunkan api dari surga.