Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Dalam bukunya Culture Making: Recovering Our Creative Calling, Andy Crouch menulis bahwa orang Kristen seringkali mengambil salah satu dari keempat sikap berikut terhadap budaya dunia. Untuk memudahkan, kita akan memakai film Hollywood sebagai sebuah contoh produk budaya.

Kita memakai 8 jam per hari atau 1/3 dari hidup keseharian kita untuk bekerja. Itu sebab Allah pasti peduli dengan pekerjaan kita. Apalagi dalam konteks itulah kita menyatakan apakah kita sungguh-sungguh menyembah Allah atau berhala. Mari kita melihat 6 pandangan umum yang dimiliki orang Kristen tentang kerja.

Misional berarti mempunyai cara berpikir dan bertindak yang sedemikian rupa dengan tujuan untuk menjangkau orang lain bagi Kristus. Menjadi misional bukanlah pilihan bagi setiap pengikut Kristus. Waktu Paulus meminta jemaat Efesus untuk memperhatikan dengan cermat bagaimana cara mereka hidup (Ef 5:15), ia tidak berbicara hanya kepada sekelompok pemimpin atau tokoh gereja saja, melainkan kepada setiap jemaat Tuhan

Mission exists because worship doesn’t, demikian kalimat terkenal yang pernah ditulis John Piper. Artinya, selama masih ada orang yang belum menyembah Tuhan Allah yang sejati di dalam Kristus, kita perlu melakukan pekerjaan misi. Jadi ibadah adalah tujuan akhir misi. Tetapi jangan lupa, ibadah juga adalah sarana misi. Yang saya maksud bukan ibadah secara luas, karena seluruh aspek hidup kita adalah ibadah (misal: pekerjaan, hobby). Yang saya maksud adalah ibadah hari Minggu. Sejak di Perjanjian Lama, Allah memerintahkan ibadah umat-Nya dilakukan di antara bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah. ‘Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan- Nya yang ajaib!’ (Mazmur 105:1-2). Di Perjanjian Baru, Petrus memberitahu umat Allah untuk ‘memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia’ (1 Petrus 2:9). Agar ibadah Minggu kita menjadi ibadah yang misional, minimal ada tiga prinsip yang harus dilakukan. Ketiga prinsip ini bagai altar, kayu, dan minyak yang kita harus siapkan, bila kita berharap Tuhan akan melakukan bagian-Nya dan menurunkan api dari surga.

Menurut Todd Engstrom, misional berarti berbagian dalam misi Tuhan dengan menunjukkan Injil secara nyata dan mengabarkan Injil dengan kreatif kepada sejumlah orang tertentu. Istilah ‘gaya hidup’ mungkin sebetulnya kurang tepat, karena kesannya sesuatu yang bersifat pilihan. Seolah-olah kita diberikan pilihan antara menjadi misional atau tidak. Seolah kita, sebagai orang Kristen dan gereja, boleh memilih antara kadang-kadang menghidupi Injil dan kadang-kadang tidak sama sekali. Kalau kita memahami sifat dasar gereja, maka kita akan disadarkan bahwa gereja sejatinya adalah badan misi utama Allah di dunia ini.