Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

In an emotionally-charged defense before his ungrateful critics at Corinth who questioned his ministry, the Apostle Paul laid out his personal rights to be appreciated as an apostle of Jesus Christ (v. 1-3), to be financially supported (v. 4), to have a spouse who is also financially supported (v. 5), and to be freed from working for a living so he can devote his time exclusively for the Gospel ministry (v. 6). He then proceeded by giving five compelling reasons in support of those rights from Scripture and common sense that forever silenced his critics who should have known better (v. 7- 14).

Kalau Anda seperti kebanyakan orang hari ini, Anda pasti lebih sibuk hari ini dibanding 3-5 tahun lalu. Namun sibuk tidak berarti sukacita. Ada orang yang kinerja dan prestasinya luar biasa karena perasaan tidak aman (insecurity). Kerja keras menjadi strategi untuk menutupi rasa tidak aman tersebut. Namun seperti pecandu obat, ia membutuhkan kesuksesan demi kesuksesan untuk terus menutup lubang di hatinya yang terus menerus bocor.

Kebanyakan kita sewaktu mendengar kata misi atau misional, cenderung berfokus pada orang, program, strategi, dana dan lain seterusnya. Tentu saja semuanya itu faktor penting yang perlu dibicarakan dan diesksekusi dengan persiapan yang sebaik mungkin. Hanya saja seringkali kita lupa bahwa dari sudut pandang Alkitab, tindakan misi itu bermula dari diri Tuhan Allah sendiri.

Merasa diri bisa (self-efficacy) ditengarai sebagai kunci dari pengembangan diri. Sulit seseorang dapat maju dan bertumbuh bila ia tidak memiliki rasa percaya diri bahwa dia mampu. Anda mau jadi pemimpin? Anda harus punya keyakinan "Saya bisa!" Namun dalam area spiritualitas, merasa diri bisa justru mencelakakan. Orang beragama yang semakin mampu menjalankan tuntutan keagamaanya akan percaya diri sendiri, bukan Tuhan. Mengapa orang Farisi paling sering ditegur Tuhan Yesus? Bukan karena mereka tidak percaya bahwa Allah bermurah hati kepada mereka dan mengampuni mereka. Mereka percaya semua itu, namun mereka percaya semua itu terjadi karena jasa mereka!