Membawa setiap orang kepada kedewasaan dalam Kristus (Kol 1:28-29). Itulah tujuan kita bergereja, tujuan kita saling melayani, menasihati dan mengajar orang lain. Untuk mencapai kedewasaan tersebut, dibutuhkan pemahaman yang utuh akan seluruh rencana Allah (the whole counsel of God, Kisah 20:27). Itu berarti mencakup pemahaman yang mendasar tentang siapa Allah, siapa manusia di hadapan Allah, rencana penebusan-Nya atas seluruh ciptaan, dan seterusnya.
- Featured Posts
- All Posts
Kebaikan Terbesar
Tidak heran kata kebaikan seringkali diterjemahkan sebagai kemurahan, karena arti keduanya sangat dekat dan berkaitan satu sama lain. Karya keselamatan Yesus adalah ungkapan kebaikan dan kemurahan terbesar yang Allah bisa berikan kepada kita. Saya yakin kebanyakan orang, apalagi orang Kristen, kalau ditanya, "Tuhan baik atau ngga?" akan menjawab ya. Atau malahan, ya dan amin, haleluya dan lain sebagainya. Tentu saja kita patut mengakui kebaikan serta kemurahan Tuhan dalam setiap area hidup kita. Tapi biasanya, saya tertarik dengan jawaban pertanyaan berikutnya, "Dalam hal apa Tuhan baik kepadamu?"
Keep ReadingKesabaran Tanpa Batas
Di dalam bahasa Yunani, kata 'kesabaran' terdiri dari dua kata: panjang dan marah, artinya sifat menanti dalam waktu yang panjang sebelum menunjukkan kemarahan. Itu sebabnya dalam bahasa Inggris kadangkala kesabaran diterjemahkan dengan longsuffering, artinya rela menderita dalam waktu yang panjang. Sifat panjang sabar ini secara esensi adalah salah satu sifat Tuhan Allah.
Keep ReadingDamai Sejahtera Multidimensi
Ada seorang bapak yang datang dari latar belakang yang cukup kacau dan penuh pertengkaran. Setelah sekian lama bergumul, jatuh bangun mencari arti hidup, ada orang yang mengajak dia ke gereja. Ia mulai perlahan tertarik sampai akhirnya percaya dan menjadi pengikut Yesus yang setia. Beberapa tahun kemudian waktu ia mengisahkan mengapa ia bisa mulai ke gereja sampai kemudian menjadi orang Kristen, ia berkata, "Dulu sebelum kenal Kristus, kemana pun saya pergi, apa pun yang saya lakukan atau kejar, mau saya sukses atau hancur-hancuran, saya tidak pernah merasa tenang. Tapi waktu saya pertama di ajak ke gereja, untuk pertama kalinya saya merasa kok di tempat ini damai ya? Ini damai yang selama ini saya cari-cari!"
Keep ReadingSukacita di Dalam Tuhan
Sifat berikutnya dari buah Roh Kudus adalah sukacita. Ini bukan sukacita yang muncul dari hal-hal duniawi yang kita bisa ukur atau bandingkan dengan orang lain. Ini juga bukan sukacita yang alamiah karena kita kebetulan lahir dengan kepribadian yang ceria. Waktu Paulus mengajak kita untuk bersukacita di dalam Tuhan, ia berbicara tentang sukacita yang surgawi dan supernatural. Ini adalah sukacita yang tidak tergantung pada situasi hidup kita dan juga tidak dapat diganggu oleh penderitaan dan tantangan hidup kita sehari-hari. Sukacita di dalam Tuhan tidak menutup mata terhadap realita hidup yang kadang mengecewakan dan menyakitkan. Sukacita di dalam Tuhan menatap dengan mata iman kepada Allah Bapa yang selalu hadir, menopang, dan mengasihi kita.
Keep ReadingKasih: Sifat yang Pertama dan Terutama
Kasih memang pantas untuk menempati posisi pertama dari sifat-sifat buah Roh. Di dalam kekekalan, sebelum ruang, waktu, materi, dan kehidupan fisik diciptakan, Allah sudah eksis dalam relasi kasih abadi antara ketiga pribadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Karena kasih-Nyalah Allah Bapa menyerahkan Anak-Nya Yesus Kristus untuk menjadi menggantikan hukuman yang sepantasnya kita terima. Dan salah satu tanda paling jelas dimana kita tahu bahwa kita sudah menerima kasih Allah adalah kita mengasihi satu sama lain. Kalau anda mau mengukur seberapa jauh anda mengenal kasih Allah, tanyakan pada diri anda: apakah aku saat ini ada dalam relasi saling mengasihi sesama anak Tuhan lainnya?
Keep ReadingApakah Kristus Terbentuk di Dalam Hidup Kita? (Gal 5:16-23)
Hidup orang Kristen dapat dirangkum dalam satu kata: konflik. Konflik adalah pertarungan antara dua hal yang berlawanan satu sama lain. Di satu pihak setiap pengikut Kristus sudah dibenarkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus dan menjadi milik-Nya selamanya. Di pihak lain setiap pengikut Kristus masih memiliki sifat dosa dan rentan terhadap godaan si jahat dan dunia ini setiap harinya. Tidak ada satu pun manusia yang netral di dunia ini: entah ia milik Kristus, dimana ia akan selalu berkonflik dengan dosa dan kejahatan. Atau ia milik Setan, dimana ia akan selalu mencari cara berdamai dengan dosa dan kejahatan. Yesus sendiri mengatakan, "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku" (Mat 12:30).
Keep ReadingMat 7:24-29 "Anda Bijaksana atau Bodoh?"
Yang membedakan antara orang bijak, atau orang Kristen yang sejati, dengan orang bodoh, atau orang Kristen yang palsu, pada akhirnya adalah apakah orang itu mentaati dan mempraktekkan apa yang dikatakan oleh si Pengkhotbah yang agung ini. Darimana kita tahu bahwa kita masuk kategori orang bijaksana? Darimana kita tahu bahwa kita sudah membangun di atas batu, dan bukannya di atas pasir?
Keep ReadingMat 7:15-23 "Waspadalah!"
Beberapa tahun yang lalu di dalam sebuah gereja datang seorang bapak dengan penampilan rapih mengikuti ibadah. Bukan saja berpenampilan rapih, ia juga ternyata sangat bersahabat dan mulai menjalin pertemanan dengan sejumlah anggota jemaat di sana. Tetapi selang beberapa bulan sejumlah anggota jemaat mulai merasa tidak nyaman dengan bapak ini. Terlepas dari pembawaannya yang menarik, ada sesuatu yang dirasa tidak beres dari kata-kata dan sejumlah hal yang ia percayai. Usut punya usut ternyata bapak ini menganut ajaran sesat yang dibungkus dengan bahasa kekristenan dan penampilan yang memikat.
Keep ReadingMat 7:13-14 "Keputusan Terpenting Dalam Hidupmu"
"Memilih pasangan hidup adalah keputusan kedua yang paling penting di dalam hidupmu," itu yang biasanya saya katakan kepada mereka yang mengikuti kelas bimbingan pranikah. Mengapa? Karena pasangan yang kita pilih untuk nikahi akhirnya mempunyai dampak besar bagi hidup kita di dunia ini. Kalau faktor memilih pasangan hidup demikian pentingnya, maka keputusan yang terpenting adalah memilih siapa Tuhan kita.
Keep ReadingMat 7:7-12 "Reaktif atau Reflektif?"
Seperti judul sebuah buku, kita tidak dipanggil untuk menjadi fans-nya Yesus, melainkan followers-nya Yesus! Tetapi alangkah luarbiasanya Yesus yang mengundang kita menjadi pengikut-pengikut-Nya. Ia tidak berdiri jauh di sana dengan mata tajam siap mencela setiap kesalahan kita. Tidak! Ia berdiri dekat bagaikan seorang gembala yang penuh kasih siap untuk menolong kita dalam setiap kelemahan kita.
Keep ReadingMar 24
2018
From Me-Ville to Christ-Ville
Istilah ‘Me-Ville’ saya catut dari buku Dave Zimmerman yang berjudul “Deliver Us From Me-Ville”. Dimana dikatakan kita melihat hidup seolah-olah semuanya berputar pada diri kita sendiri. Terlepas di mana dan dengan siapa kita tinggal, di benak kita segala sesuatu ‘seharusnya’ ada untuk melayani diriku, it’s all about me. Selama orang terkesan padaku, selama orang mengakui statusku, pendapatku, pencapaianku, pendirianku, dan ku-ku lainnya, selama itu juga Me-Ville dalam keadaan makmur dan maju. Jangan ada seorang pun yang berani-beraninya merusak pamor dan reputasiku di Me-Ville.
Mar 17
2018
Tujuh Indikator Kristus adalah Yang Terutama
Tidak ada tempat lain di seluruh Alkitab yang lebih ces pleng menjelaskan keutamaan dan keunikan Kristus Yesus dibanding dengan surat Kolose. Di sana Rasul Paulus menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan atas ciptaan dan Tuhan atas ciptaan baru (gereja).
Masyarakat umum terpukau. Murid-murid-Nya terheran-heran. Mereka bertanya kepada satu sama lain saat Yesus meneduhkan badai atau mulai menapaki jalan salib ke Yerusalem. “Siapakah gerangan orang ini?” (Matius 21:10; Markus 4:41).
Bayangkan dua jenis batu nisan. Kebanyakan baru nisan biasanya memuat tulisan yang entah sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka yang meninggal atau oleh keluarganya. Hanya saja kali ini batu-batu nisan ini tidak punya tulisan apa-apa, dan hanya ditulis oleh sang almarhum setelah mereka meninggal. Tulisannya hanya terdiri dari dua kata, yang bagi saya menyimpulkan hasil respon kita terhadap Injil Kristus. Beberapa batu nisan akan bertuliskan ‘Oh, No’ besar-besar. Banyak dari mereka yang sepanjang hidupnya mendengarkan berita Injil berulangkali, tetapi memutuskan untuk menolaknya.