Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Membawa setiap orang kepada kedewasaan dalam Kristus (Kol 1:28-29). Itulah tujuan kita bergereja, tujuan kita saling melayani, menasihati dan mengajar orang lain. Untuk mencapai kedewasaan tersebut, dibutuhkan pemahaman yang utuh akan seluruh rencana Allah (the whole counsel of God, Kisah 20:27). Itu berarti mencakup pemahaman yang mendasar tentang siapa Allah, siapa manusia di hadapan Allah, rencana penebusan-Nya atas seluruh ciptaan, dan seterusnya.

Istilah ‘Me-Ville’ saya catut dari buku Dave Zimmerman yang berjudul “Deliver Us From Me-Ville”. Dimana dikatakan kita melihat hidup seolah-olah semuanya berputar pada diri kita sendiri. Terlepas di mana dan dengan siapa kita tinggal, di benak kita segala sesuatu ‘seharusnya’ ada untuk melayani diriku, it’s all about me. Selama orang terkesan padaku, selama orang mengakui statusku, pendapatku, pencapaianku, pendirianku, dan ku-ku lainnya, selama itu juga Me-Ville dalam keadaan makmur dan maju. Jangan ada seorang pun yang berani-beraninya merusak pamor dan reputasiku di Me-Ville.

Tidak ada tempat lain di seluruh Alkitab yang lebih ces pleng menjelaskan keutamaan dan keunikan Kristus Yesus dibanding dengan surat Kolose. Di sana Rasul Paulus menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan atas ciptaan dan Tuhan atas ciptaan baru (gereja).

Masyarakat umum terpukau. Murid-murid-Nya terheran-heran. Mereka bertanya kepada satu sama lain saat Yesus meneduhkan badai atau mulai menapaki jalan salib ke Yerusalem. “Siapakah gerangan orang ini?” (Matius 21:10; Markus 4:41).

Bayangkan dua jenis batu nisan. Kebanyakan baru nisan biasanya memuat tulisan yang entah sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka yang meninggal atau oleh keluarganya. Hanya saja kali ini batu-batu nisan ini tidak punya tulisan apa-apa, dan hanya ditulis oleh sang almarhum setelah mereka meninggal. Tulisannya hanya terdiri dari dua kata, yang bagi saya menyimpulkan hasil respon kita terhadap Injil Kristus. Beberapa batu nisan akan bertuliskan ‘Oh, No’ besar-besar. Banyak dari mereka yang sepanjang hidupnya mendengarkan berita Injil berulangkali, tetapi memutuskan untuk menolaknya.