Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Istilah ‘menerima Yesus’ seringkali dipahami hanya dari sisi eksternal: menaikkan doa mengundang Yesus masuk ke dalam hati kita, pengalaman emosional, ikut kelas katekisasi, bahkan sampai dibaptis sekalipun, dan lain-lainnya. Tentu saja faktor-faktor eksternal ini penting dan ada tempatnya dalam pengalaman hidup setiap orang Kristen. Tetapi faktor-faktor saja ini tidak tentu menunjukkan bahwa seseorang adalah murid Kristus yang sejati.

Sinkhole Syndrome, menurut Donald Whitney, adalah dimana seseorang sepintas kelihatan menjalani hidup Kristen yang setia dan berintegritas, tetapi mendadak semuanya amblas. Tiba-tiba ia tidak lagi berjalan bersama dengan Tuhan, meninggalkan gereja, pelayanan dan persekutuan iman. Dalam kebanyakan kasus, menurut Whitney, Sinkhole Syndrome tidak terjadi begitu saja. Amblas rohani ini terjadi karena erosi dan kelalaian rohani. Tidak satu pun murid Kristus yang kebal dari masalah ini. Itulah sebabnya, Paulus yang menyadari bahaya laten ini menulis kepada jemaat Kolose bagaimana ia berjuang habis-habisan agar tidak satu pun jemaat Kolose akhirnya mengalami erosi dan lalai memelihara iman mereka.

Kita mengikrarkan setiap minggu di ibadah Pengakuan Iman Rasuli bahwa “Aku percaya kebangkitan tubuh.” Apa arti dan implikasi dari kalimat tersebut?