Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

Salah satu tema yang diulang berkali-kali di kitab nabi Hosea adalah, “Kembalilah kepada Tuhan!” Ironisnya, ucapan ini tidak ditujukan kepada mereka yang tidak mengenal Tuhan, tetapi justru kepada umat Tuhan sendiri. Tuhan Allah bahkan berulangkali menggambarkan betapa dekat relasi-Nya dengan umat-Nya, seperti sepasang suami dan istri. Ketidaksetiaan Gomer, istri Hosea, adalah gambaran ketidaksetiaan bangsa Israel dan gereja Tuhan dari jaman ke jaman. Itu sebabnya “Kembalilah kepada Tuhan!” adalah panggilan untuk kita semua.

Setiap kali kita merasa terlepas dari potensi kemalangan, kita sering berkata, “Aduh, kebetulan banget bisa pas begitu, untung banget, bayangin seandainya ga begitu!” Padahal dalam kamus orang Kristen, tidak ada yang ‘kebetulan’. Yang ada hanyalah ‘kebeneran’. Tanpa ia sadari, Ester mengalami berbagai peristiwa di sekitar hidupnya untuk mempersiapkan dia untuk mengambil bagian dalam sejarah penebusan Allah bagi umat-Nya. Umat Allah terancam akan mengalami ‘genocide’ gara-gara seorang konglomerat dan tangan kanan raja, Haman, seorang keturunan Amalek yang membenci Mordekhai dan orang Yahudi.

Apakah Allah mau dan mampu mengubahkan orang brengsek dan bejat? Kalau secara moral dan nurani, orang tersebut sudah busuk total? Jangankan orang yang sudah busuk. Terhadap orang mati yang tengkoraknya sudah kering dan terserak sekalipun, Allah mau dan mampu memberinya hidup baru. Itulah pesan yang Allah ingin nyatakan melalui penglihatan nabi Yehezkiel akan lembah yang penuh dengan tulang berserakan di Yehezkiel 37.