Subscribe to the RSS Feed
  • Featured Posts
  • All Posts

“Bolehkah orang Kristen mencari kenikmatan?” Jawaban Alkitab adalah “Boleh!” Karena segala hal yang baik dalam dunia ini diberikan Allah untuk kita nikmati melalui kelima panca indera kita. Kenikmatan telinga mendengar kicauan burung atau Four Season-nya Vivaldi. Kenikmatan mata mengagumi Niagara Falls atau matahari terbenam di Kuta. Kenikmatan lidah bergoyang menyantap sup kaki kambing Pak Kumis.

Anda mungkin pernah mendengar kalimat ini, “Orang Kristen jarang sekali diajar teologia penderitaan”. Tapi yang mungkin lebih jarang dibahas adalah “teologia keinginan” atau “teologia kenikmatan”. Karena kita berpikir bahwa itu pengalaman keseharian yang kita alami sehingga tidak perlu dibahas. Salah kaprah inilah yang membuat banyak orang Kristen dijebak oleh keinginannya sendiri. Berikut beberapa hal yang kita dapat pelajari.

Kalau anda cukup sering membaca Alkitab, maka cepat atau lambat anda akan menemukan bahwa hidup Kristen adalah hidup yang penuh kerawanan. Baik Yesus Kristus maupun para murid-Nya berulang kali menekankan agar kita berhati-hati, waspada, berjaga-jaga dan lain seterusnya. Di perikop Yakobus 4:1-4 ini kita melihat pesan yang sama. Yakobus mewanti-wantikan bahwa setiap kita berada di dalam bahaya kehilangan Tuhan dan membiarkan dunia mempengaruhi cara berpikir dan hidup kita. Tiga area yang Yakobus mau kita perhatikan adalah:

Apa itu bijaksana atau hikmat? Bijaksana itu adalah sebuah kapasitas untuk memahami bagaimana menjalani dengan harmonis dalam semua kompleksitas setiap bagiannya. Definisi di atas secara implisit diberikan oleh Yakobus ketika ia melontarkan pertanyaan retorisnya kepada orang percaya, “Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan” (Yakobus 3:13). Ayat ini adalah ayat kunci untuk kita memahami apa artinya menjadi seorang yang berhikmat.

Mari kita melihat secara sederhana lidah manusia dari paradigma Alkitab tentang penciptaan- kejatuhan-penebusan-penggenapan.